Kawan, pernahkah kau di hadapkan begitu banyak pilihan? Sampai-sampai kau bingung memilih yg mana.. sama halnya dengan aku yg sering kali di hadapkan dengan berbagai macam pilihan. Entah kita sadari atau tidak, sesungguhnya yg hadir dalam kehidupan kita semuanya adalah berupa pilihan. Nah, tapi ada pilihan yg bisa kau memilihnya namun adapula yg tidak bisa kau memilih pilihan tersebut. Tahukah kau, mengapa kita tercipta ada yg sebagai laki-laki namun ada juga yg sebagai perempuan?? Ya, betul! Karena kita telah di pilihkan oleh Alloh menjadi salah satu di pilihan tersebut. Seperti itulah pilihan yg tak bisa kita ikut memilihnya sebab itulah hak prerogatif Alloh, Sang Pencipta kita. Masih banyak contoh-contoh lain yg membuktikan bahwa di kehidupan inilah tersimpan berbagai macam pilihan. Mengapa berbagai macam pilihan?? Sebab kalau Cuma satu macam saja, tak jadi berwarna (gak seru rasanya ). Mengapa pelangi itu indah?? Sebab ia terdiri dari berbagai macam spektrum warna. Mengapa langit sering berwarna biru, pohon seringkali di anggap berwarna hijau?? Tidak lain karena kalau semua berwarna sama pastinya gak akan seru. Ya terlebih itu semua, kita kembalikan lagi kepada Alloh dengan segala skenarionya yg telah membuat dunia ini menjadi berwarna. Seperti juga wajah kita masing-masing, ada yg di anggap cantik, ganteng -kayak sekuteng-, charming, cute, nice, innocent dan sebagainya *maaf yg gak masuk kategori ini, gak aku bahas ya* kenapa kita semua berbeda?? Ya! Karena itulah pilihan dari Alloh untuk kita menikmatinya bukan malah menggerutu dan menyesali kalau ternyata wajah yg Alloh takdirkan pada kita adalah pas-pas’an. Kawan!! Mengapa kita seringkali disibukkan dengan berbagai pilihan yg mungkin sebenarnya tidak sesulit yg kita bayangkan?? Kau rela bekerja keras untuk masuk PTN, kau rela mengais rezeki demi mendapatkan barang yg kau idam-idamkan selama ini, kau rela mempercantik/memperganteng penampilanmu demi mendapatkan pujaan hati. Padahal siring berjalannya waktu membuat semuanya begitu saja mudah berlalu.. ketika PTN telah kau dapatkan, ketika pekerjaan sudah di tangan, ketika keinginan sudah tercapai. Lalu mau apa lagi??? Mengapa itu semua kau lakukan?? Itu karena pilihan! Ya, semua itu adalah pilihanmu sendiri. Ketika kau ingin menjadi seorang yg baik-baik atau kau ingin menjadi seorang yg bertingkah laku buruk atau kau ingin menjadi orang yg sukses atau kau ingin menjadi seorang pecundang….. itu semua adalah pilihan yg berhak kau memilihnya. Aku teringat ketika dahulu begitu banyak pilihan menghampiriku. Satu persatu aku pilah-pilih dengan menuliskan di kertas. Lalu ku coba minta pendapat dengan keluarga, teman atau orang sekitar. Namun tetap saja keyakinanku belum menunjukkan untuk dapat memilih salah satu di antara pilihan tersebut. Bagaimana dengan kisahku tersebut? Ya. Tetap saja itu merupakan pilihan, bahkan ketika aku, kau dan kita semua enggan memilih suatu pilihan.. itu merupakan pilihan pula. Jadi?? Sesungguhnya kita takkan pernah bisa lari dari sebuah pilihan. Baik buruknya suatu hal yg menghampiri, pastilah kita harus memilihnya meskipun pilihan kita adalah untuk tidak memilih. Hufh.. rumit bila berbicara pilihan.. tapi jangan menyerah *seperti judul lagu yg di bawakan d’Massiv*, pastilah suatu saat, pilihan terbaik akan jatuh di tangan kita selama kita yakin dan menyerahkan pilihan kita kepada Alloh, Sang Pemberi Pilihan. Akal manusia terbatas.. Kadang ego yg menjadi tuan, Ketika pilihan menjadi hal tak terbatas, Kembalikan semua pada Alloh Semesta Alam-
0 PILIHAN YANG SULIT
By Unknown on 6.6.12
Kawan, pernahkah kau di hadapkan begitu banyak pilihan? Sampai-sampai kau bingung memilih yg mana.. sama halnya dengan aku yg sering kali di hadapkan dengan berbagai macam pilihan. Entah kita sadari atau tidak, sesungguhnya yg hadir dalam kehidupan kita semuanya adalah berupa pilihan. Nah, tapi ada pilihan yg bisa kau memilihnya namun adapula yg tidak bisa kau memilih pilihan tersebut. Tahukah kau, mengapa kita tercipta ada yg sebagai laki-laki namun ada juga yg sebagai perempuan?? Ya, betul! Karena kita telah di pilihkan oleh Alloh menjadi salah satu di pilihan tersebut. Seperti itulah pilihan yg tak bisa kita ikut memilihnya sebab itulah hak prerogatif Alloh, Sang Pencipta kita. Masih banyak contoh-contoh lain yg membuktikan bahwa di kehidupan inilah tersimpan berbagai macam pilihan. Mengapa berbagai macam pilihan?? Sebab kalau Cuma satu macam saja, tak jadi berwarna (gak seru rasanya ). Mengapa pelangi itu indah?? Sebab ia terdiri dari berbagai macam spektrum warna. Mengapa langit sering berwarna biru, pohon seringkali di anggap berwarna hijau?? Tidak lain karena kalau semua berwarna sama pastinya gak akan seru. Ya terlebih itu semua, kita kembalikan lagi kepada Alloh dengan segala skenarionya yg telah membuat dunia ini menjadi berwarna. Seperti juga wajah kita masing-masing, ada yg di anggap cantik, ganteng -kayak sekuteng-, charming, cute, nice, innocent dan sebagainya *maaf yg gak masuk kategori ini, gak aku bahas ya* kenapa kita semua berbeda?? Ya! Karena itulah pilihan dari Alloh untuk kita menikmatinya bukan malah menggerutu dan menyesali kalau ternyata wajah yg Alloh takdirkan pada kita adalah pas-pas’an. Kawan!! Mengapa kita seringkali disibukkan dengan berbagai pilihan yg mungkin sebenarnya tidak sesulit yg kita bayangkan?? Kau rela bekerja keras untuk masuk PTN, kau rela mengais rezeki demi mendapatkan barang yg kau idam-idamkan selama ini, kau rela mempercantik/memperganteng penampilanmu demi mendapatkan pujaan hati. Padahal siring berjalannya waktu membuat semuanya begitu saja mudah berlalu.. ketika PTN telah kau dapatkan, ketika pekerjaan sudah di tangan, ketika keinginan sudah tercapai. Lalu mau apa lagi??? Mengapa itu semua kau lakukan?? Itu karena pilihan! Ya, semua itu adalah pilihanmu sendiri. Ketika kau ingin menjadi seorang yg baik-baik atau kau ingin menjadi seorang yg bertingkah laku buruk atau kau ingin menjadi orang yg sukses atau kau ingin menjadi seorang pecundang….. itu semua adalah pilihan yg berhak kau memilihnya. Aku teringat ketika dahulu begitu banyak pilihan menghampiriku. Satu persatu aku pilah-pilih dengan menuliskan di kertas. Lalu ku coba minta pendapat dengan keluarga, teman atau orang sekitar. Namun tetap saja keyakinanku belum menunjukkan untuk dapat memilih salah satu di antara pilihan tersebut. Bagaimana dengan kisahku tersebut? Ya. Tetap saja itu merupakan pilihan, bahkan ketika aku, kau dan kita semua enggan memilih suatu pilihan.. itu merupakan pilihan pula. Jadi?? Sesungguhnya kita takkan pernah bisa lari dari sebuah pilihan. Baik buruknya suatu hal yg menghampiri, pastilah kita harus memilihnya meskipun pilihan kita adalah untuk tidak memilih. Hufh.. rumit bila berbicara pilihan.. tapi jangan menyerah *seperti judul lagu yg di bawakan d’Massiv*, pastilah suatu saat, pilihan terbaik akan jatuh di tangan kita selama kita yakin dan menyerahkan pilihan kita kepada Alloh, Sang Pemberi Pilihan. Akal manusia terbatas.. Kadang ego yg menjadi tuan, Ketika pilihan menjadi hal tak terbatas, Kembalikan semua pada Alloh Semesta Alam-
0 APAKAH KESOMBONGAN ITU ??
By Unknown on
Kesombongan (takabbur) atau dikenal dalam bahasa syariat dengan sebutan al-kibr yaitu melihat diri sendiri lebih besar dari yang lain. Orang sombong itu memandang dirinya lebih sempurna dibandingkan siapapun. Dia memandang orang lain hina, rendah dan lain sebagainya.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menjelaskan hakikat kesombongan dalam hadits beliau Shallallahu ‘alaihi wa salllam,
الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ
“Kesombongan adalah menolak kebenaran dan merendahkan manusia.” [H.R. Muslim, no. 2749, dari 'Abdullah bin Mas'ûd]
Inilah yang membedakan takabbur dari sifat ‘ujub (membanggakan diri, silau dengan diri sendiri). Sifat ‘ujub, hanya membanggakan diri tanpa meremehkan orang. Sedangkan takabbur, disamping membanggakan diri juga meremehkan orang.
Sebab-sebab kesombongan, antara lain:
1- ‘Ujub (Membanggakan Diri)
Ketahuilah wahai hamba yang ber-tawadhu’ –semoga Allah lebih meninggikan derajat bagimu-, bahwa manusia tidak akan takabbur kepada orang lain sampai dia terlebih dahulu merasa ‘ujub (membanggakan diri) terhadap dirinya, dan dia memandang dirinya memiliki kelebihan dari orang lain. Maka dari ‘ujub ini muncul kesombongan. Dan ‘ujub merupakan perkara yang membinasakan, berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam,
ثَلاَثٌ مُهْلِكَاتٌ: شُحٌّ مُطَاعٌ وَهُوَيَ مُتَبَعٌ وَإِعْجَابٌ اْلمَرْءِ بِنَفْسِهِ
“Tiga perkara yang membinasakan: sifat sukh (rakus dan bakhil) yang ditaati, hawa nafsu yang diikuti, dan ‘ujub seseorang terhadap dirinya.” [Silsilah Shahihah, no. 1802]
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,
بَيْنَمَا رَجُلٌ يَتَبَخْتَرُ يَمْشِي فِي بُرْدَيْهِ قَدْ أَعْجَبَتْهُ نَفْسُهُ فَخَسَفَ اللَّهُ بِهِ الْأَرْضَ فَهُوَ يَتَجَلْجَلُ فِيهَا إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ
“Ketika seorang laki-laki sedang bergaya dengan kesombongan berjalan dengan mengenakan dua burdahnya (jenis pakaian bergaris-garis; atau pakaian yang terbuat dari wol hitam), dia mengagumi dirinya, lalu Allah membenamkannya di dalam bumi, maka dia selalu terbenam ke bawah di dalam bumi sampai hari kiamat.” [HR. Bukhari, no. 5789; Muslim, no. 2088; dan ini lafazh Muslim]
2- Merendahkan Orang Lain.
Ketahuilah wahai hamba (Allah), bahwa orang yang tidak meremehkan manusia, tidak akan takabbur terhadap mereka. Sedangkan meremehkan seseorang yang dimuliakan Allah dengan keimanan sudah cukup untuk menjadikan sebuah dosa.
3- Suka Menonjolkan Diri (Taraffu).
Ketahuilah wahai hamba yang tunduk kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, bahwa jiwa manusia itu menyukai ketinggian di atas sesamanya, dan dari sini muncul kesombongan.
Oleh karena itu, barangsiapa memperhatikan Al-Qur’an niscaya akan mendapati bahwa orang-orang yang bersombong pada tiap-tiap kaum adalah para pemukanya, yaitu orang-orang yang memegang kendali berbagai urusan. Allah Ta’ala berfirman tentang suku Tsamud, kaum Nabi Shalih Alaihissalam yang artinya, “Pemuka-pemuka yang menyombongkan diri di antara kaumnya berkata kepada orang-orang yang dianggap lemah yang telah beriman di antara mereka, ‘Tahukah kamu bahwa Shalih di utus (menjadi Rasul) oleh Tuhannya?’ Mereka (yang dianggap lemah-red) menjawab, ‘Sesungguhnya kami beriman kepada wahyu, yang Shaleh diutus untuk menyampaikannya.’
Orang-orang yang menyombongkan diri berkata, “Sesungguhnya kami adalah orang yang tidak percaya kepada apa yang kamu imani itu.”
Kemudian mereka sembelih unta betina itu, dan mereka berlaku angkuh terhadap perintah Tuhan. dan mereka berkata, “Hai Shalih, datangkanlah apa yang kamu ancamkan itu kepada kami, jika (betul) kamu termasuk orang-orang yang diutus (Allah).” [al-A’râf/7:75-77]
Dan Allah Ta’ala memberitakan tentang kaum Nabi Syu’aib Alaihissalam,
“Pemuka-pemuka dari kaum Syu’aib yang menyombongkan dan berkata, ‘Sesungguhnya kami akan mengusir kamu hai Syu’aib dan orang-orang yang beriman bersamamu dari kota kami, atau kamu kembali kepada agama kami.’ Syu’aib berkata, ‘Dan apakah (kamu akan mengusir kami), kendatipun kami tidak menyukainya?‘” [Al-A’raaf/7: 88]
Namun orang yang berakal akan berlomba pada ketinggian yang tetap lagi kekal, yang di dalamnya terdapat keridhaan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan kedekatan kepadaNya. Dan dia meninggalkan ketinggian sementara yang akan binasa, yang akan diikuti oleh kemurkaan Allah dan kemarahanNya, kerendahan hamba, kesibukannya, jauhnya dari Allah dan terusirnya (dari rahmat) Allah. Inilah ketinggian yang tercela, yaitu sikap melewati batas dan takabbur di muka bumi dengan tanpa kebenaran. Allah Ta’ala berfirman,
“Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin ketinggian (menyombongkan diri ) dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa.” [Al-Qashash/28: 83]
Adapun ketinggian yang pertama (yakni ketinggian yang tetap lagi kekal di akhirat) dan bersemanagat untuk meraihnya, maka itu terpuji. Allah Ta’ala berfirman,
“Dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba.” [Al-Muthaffifin/83: 26]
Maka disyari’atkan berlomba-lomba untuk (meraih) derajat-derajat tinggi di akhirat yang kekal, dan berusaha meraih ketinggian pada tingkatan-tingkatannya, serta bersemangat untuk itu dengan berusaha melakukan sebab-sebabnya. Dan hendaklah seseorang tidak merasa puas dengan kerendahan, padahal dia mampu meraih ketinggian.
4- Mengikuti Hawa Nafsu.
Ketahuilah wahai hamba Allah, bahwa kesombongan itu muncul dari sebab mengikuti hawa nafsu, karena memang hawa nafsu itu mengajak menuju ketinggian dan kemuliaan di muka bumi. Allah Ta’ala berfirman,
“Apakah setiap datang kepadamu seorang Rasul membawa sesuatu (pelajaran) yang tidak sesuai dengan keinginanmu lalu kamu menyombong; Maka beberapa orang (diantara mereka) kamu dustakan dan beberapa orang (yang lain) kamu bunuh?” [Al-Baqarah/2: 87]
BAHAYA KESOMBONGAN
Ketahuilah wahai hamba Allah yang hatinya dihiasi dengan tawadhu’ (rendah hati) bahwa bencana kesombongan itu sangat besar, oraog-orang istimewa binasa di dalamnya, dan jarang orang yang bebas darinya, baik para ulama, ahli ibadah, atau ahli zuhud. Bagaimana bencana kesombongan itu tidak besar, sedangkan kesombongan itu:
1- Dosa Pertama Yang Dengannya Allah Azza Wa Jalla Dimaksiati.
Kesombongan adalah dosa pertama yang dilakukan Iblis laknatullah dalam bermaksiat kepada Allah Azza wa jalla. Kesombongan itu menyeret Iblis untuk menjadikan takdir sebagai alasan terus-menerus sombong. Allah Azza wa Jalla berfirman,
“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para Malaikat, ‘Sujudlah kamu kepada Adam!,’ Maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.” [Al-Baqarah/2: 34]
2- Kesombongan Merupakan Kawan Syirik Dan Penyebabnya.
Oleh karena itulah Allah Azza wa Jalla menggabungkan antara kekafiran dengan kesombongan di dalam kitab-Nya yang mulia, Dia Azza wa Jalla berfirman,
“Lalu seluruh malaikat-malaikat itu bersujud semuanya, kecuali Iblis; dia menyombongkan diri dan adalah dia termasuk orang-orang yang kafir.” [Shaad/38: 73-74]
Allah Azza wa Jalla juga berfirman,
” (Bukan demikian) sebenarya telah datang keterangan-keterangan-Ku kepadamu lalu kamu mendustakannya dan kamu menyombongkan diri dan adalah kamu termasuk orang-orang yang kafir.” [Az-Zumar/39: 59]
Karena barangsiapa takabbur dari patuh kepada al-haq (kebenaran) –walaupun kebenaran itu datang kepadanya lewat tangan seorang anak kecil atau orang yang dia benci dan musuhi- , maka sesungguhnya takabburnya itu adalah kepada Allah, karena Allah adalah Al-Haq, perkataan-Nya adalah haq, agama-Nya adalah haq, al-haq merupakan sifat-Nya, dan al-haq adalah dari-Nya dan untukNya. Maka, jika seorang hamba menolak al-haq, takabbur dari menerimanya, maka sesungguhnya dia menolak Allah dan takabbur terhadap-Nya. Dan barangsiapa takabbur terhadap Allah, niscaya Allah akan menghinakannya, merendahkannya, mengecilkannya, dan meremehkannya.
3- Orang-Orang Yang Sombong Tempat Kembalinya Adalah Neraka.
Oleh karena itulah Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan neraka sebagai rumah bagi orang-orang yang sombong, sebagaimana di dalam surat Al-Ghafir ayat 76 dan surat Az-Zumar ayat 72. Allah Azza wa Jalla berfirman,
“Masukilah pintu-pintu neraka Jahannam itu, sedang kamu kekal di dalamnya”. Maka neraka Jahannam Itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang menyombongkan diri.” [Az-Zumar/39: 72]
Dan orang-orang yang sombong adalah para penduduk neraka Jahannam, berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam,
إِنَّ أَهْلَ النَّارِ كُلُّ جَعْظَرِيٍّ جَوَّاظٍ مُسْتَكْبِرٍ جَمَّاعٍ مَنَّاعٍ وَأَهْلُ الْجَنَّةِ الضُّعَفَاءُ الْمَغْلُوبُونَ
“Sesungguhnya penduduk neraka adalah semua orang yang kasar lagi keras, orang yang bergaya sombong di dalam jalannya, orang yang bersombong, orang yang banyak mengumpulkan harta, orang yang sangat bakhil. Adapun penduduk sorga adalah orang-orang yang lemah dan terkalahkan.” [Hadits Shahih. Riwayat Ahmad, 2/114; Al-Hakim, 2/499]
Mereka akan merasakan berbagai macam siksaan di dalam Jahannam, akan diliputi kehinaan dari berbagai tempat, dan akan diminumi nanah penduduk neraka. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
يُحْشَرُ الْمُتَكَبِّرُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَمْثَالَ الذَّرِّ فِي صُوَرِ الرِّجَالِ يَغْشَاهُمْ الذُّلُّ مِنْ كُلِّ مَكَانٍ فَيُسَاقُونَ إِلَى سِجْنٍ فِي جَهَنَّمَ يُسَمَّى بُولَسَ تَعْلُوهُمْ نَارُ الْأَنْيَارِ يُسْقَوْنَ مِنْ عُصَارَةِ أَهْلِ النَّارِ طِينَةَ الْخَبَالِ
“Pada hari kiamat orang-orang yang sombong akan digiring dan dikumpulkan seperti semut kecil, di dalam bentuk manusia, kehinaan akan meliputi mereka dari berbagai sisi. Mereka akan digiring menuju sebuah penjara di dalam Jahannam yang namanya Bulas. Api neraka yang sangat panas akan membakar mereka. Mereka akan diminumi nanah penduduk neraka, yaitu thinatul khabal (lumpur kebinasaan).” [Hadits Hasan. Riwayat Bukhari di dalam al-Adabul Mufrad, no. 557; Tirmidzi, no. 2492; Ahmad, 2/179; dan Nu’aim bin Hammad di dalam Zawaid Az-Zuhd, no. 151]
4- Kesombongan Merupakan Tirai Penghalang Masuk Surga.
Oleh karena itu, Allah mengusir Iblis dari surga, Dia Azza wa Jalla berfirman,
“Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya!” [Al-A’râf/7: 13]
Kesombongan itu menjadi tirai penghalang masuk surga karena menghalangi seorang hamba dari akhlaq orang-orang beriman. Orang sombong tidak menyukai untuk kaum mukminin kebaikan yang dia sukai untuk dirinya. Dia tidak mampu bersikap rendah hati dan meninggalkan hasad, dendam, dan marah. Dia juga tidak mampu manahan murka, dia tidak menerima nasehat, dan tidak selamat dari sifat merendahkan dan menggibah manusia. Tidak ada sifat yang tercela kecuali dia memilikinya.
5- Allah Tidak Mencintai Orang-Orang Yang Sombong.
Barangsiapa yang memiliki sifat-sifatnya seperti ini, maka dia berhak mendapatkan laknat Allah, jauh dari rahmatNya, Allah memurkainya dan tidak mencintainya. Allah Azza wa Jalla berfirman,
“Maka orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat, hati mereka mengingkari (keesaaan Allah), sedangkan mereka sendiri adalah orang-orang yang sombong. Tidak diragukan lagi bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka lahirkan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong.” [An-Nahl/16: 22-23]
6- Kesombongan Merupakan Sebab Su-ul Khatimah (Keburukan Akhir Kehidupan).
Oleh karena itu Allah memberitakan bahwa orang yang sombong dan sewenang-wenang adalah orang-orang yang Allah menutup hati mereka, sehingga mereka tidak beriman. Sehingga akhir kehidupannya buruk. Allah Azza wa Jalla berfirman,
“Demikianlah Allah mengunci mati hati orang yang sombong dan sewenang-wenang.” [Al-Mukmin/40: 35]
7- Kesombongan Merupakan Sebab Berpaling Dari Ayat-Ayat Allah.
Yang demikian itu karena orang yang sombong tidak bisa melihat ayat-ayat Allah yang menjelaskan dan berbicara dengan dalil-dalil yang pasti. Juga karena kesombongan itu menutupi kedua matanya, sehingga dia tidak melihat kecuali dirinya. Allah Azza wa Jalla berfirman,
“Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan dirinya di muka bumi.” [Al-A’raaf/7: 146]
8- Kesombongan Merupakan Dosa Terbesar.
Kesombongan memiliki berbagai bahaya seperti ini; maka tidak heran jika ia merupakan dosa terbesar. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,
لَوْ لَمْ تَكُوْنُوْا تُذْنِبُونَ لَخِفْتُ عَلَيْكُمْ مَا هُوَ أَكْبَرُ مِنْ ذَلِكَ الْعُجْبُ الْعُجْبُ
“Jika kamu tidak berbuat dosa, sungguh aku mengkhawatirkan kamu pada perkara yang lebih besar dari itu, yaitu ‘ujub, ‘ujub (kagum terhadap diri sendiri).” [Hadist Hasan Lighairihi, sebagaimana di dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, no. 658, karya Syaikh Al-Albani]
Sumber: At-Tawaadhu’ fii Dhauil Qur’anil Kariim was Sunnah ash-Shahiihah karya Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilali hafizhahullah, hlm. 35-44; Penerbit. Daar Ibnul Qayyim; Cet. 1; Th. 1410 H/1990 M
Diadaptasi dan disadur secara bebas oleh Ustadz Abu Isma’il Muslim Atsari
0 VIRUS
By Unknown on 3.6.12
Pengertian Virus Komputer
Virus komputer adalah suatu program komputer yang menduplikasi atau menggandakan diri dengan menyisipkan kopian atau salinan dirinya ke dalam media penyimpanan / dokumen serta ke dalam jaringan secara diam-diam tanpa sepengetahuan pengguna komputer tersebut. Efek dari virus komputer sangat beragam mulai dari hanya muncul pesan-pesan aneh hingga merusak komputer serta menghapus file atau dokumen kita.
Atau Virus komputer adalah sebuah program kecil yang bisa menggandakan dirinya sendiri dalam media penyimpanan suatu komputer. Formalnya adalah sebagai berikut :
“A program that can infect other programs by modifying them to include a slighty altered copy of itself. A virus can spread throughout a computer sistem or network using the authorization of every user using it to infect their programs. Every programs that gets infected can also act as a virus that infection grows (Fred Cohen).
Virus juga mampu, baik secara langsung ataupun tak langsung, menginfeksi, mengkopi maupun menyebarkan program file yang bisa dieksekusi maupun program yang ada di sektor dalam sebuah media penyimpanan (Hardisk, Disket, CD-R). Virus juga bisa menginfeksi file yang tidak bisa dieksekusi (file data) dengan menggunakan macros (program sederhana yang biasanya digunakan untuk melakukan suatu perintah). Intinya adalah kemampuan untuk menempel dan menulari suatu program. Virus bukanlah sesuatu yang terjadi karena kecelakaan ataupun kelemahan perangkat komputer karena pada hakikatnya, semua virus merupakan hasil rancangan intelegensi manusia setelah melalui beberapa percobaan terlebih dahulu layaknya eksperimen-eksperimen ilmiah di dalam bidang-bidang lainnya. It’s all about alghoritm …..
Tipe-tipe Virus Komputer
Pada umumnya jenis virus yang disebutkan adalah sebagai berikut :
1. Resident Virus
Jenis virus ini adalah permanen yang tinggal di dalam memori RAM. Dari sana ia dapat mengatasi dan menghentikan semua operasi dieksekusi oleh sistem: merusak file dan program yang dibuka, ditutup, disalin, diubah namanya dll.
Contohnya meliputi: Randex, CMJ, Meve, dan MrKlunky.
2. Direct Action Viruses
Tujuan utama virus ini adalah untuk meniru dan mengambil tindakan ketika dijalankan. Ketika kondisi tertentu terpenuhi, virus akan masuk ke dalam tindakan dan menginfeksi file dalam direktori atau folder bahwa di dalam dan di direktori yang ditentukan pada file autoexec.bat PATH. File batch ini selalu terletak di direktori root dari hard disk dan melakukan operasi-operasi tertentu ketika komputer di-boot.
3. Overwrite Viruses
Virus jenis ini dicirikan menghapus informasi yang terdapat dalam file yang terinfeksi, membuat mereka sebagian atau sama sekali tidak berguna sekali mereka telah terinfeksi. Satu-satu cara untuk membersihkan file yang terinfeksi oleh virus ini adalah menghapus file sepenuhnya, namun dengan demikian kehilangan konten asli.
Contoh virus ini meliputi: Way, Trj.Reboot, Trivial.88.D.
4. Boot Virus
Jenis virus ini mempengaruhi sektor boot dari sebuah floppy atau hard disk. Ini adalah bagian penting dari sebuah disk, di mana informasi di disk itu sendiri disimpan bersama dengan sebuah program yang memungkinkan untuk boot (mulai) komputer dari disk. Cara terbaik untuk menghindari virus boot adalah untuk memastikan bahwa disket harus write protected dan tidak pernah memulai komputer Anda dengan disket yang un known dalam disk drive.
Contoh virus boot meliputi: Polyboot.B, AntiEXE. ..........



