1.  Sebut dan jelaskan kan tiga jenis diagnosa komputer !
  2. Apa yang di maksud dengan POST serta sebutkan langkah2 POST !
  3. Apa saja yang biasanya di identifikasi dalam POST !
  4. Pesan kesalahan apa saja yang disampaikan kompuuter ke kita jika ada masalah ?
  5. Apa yang harus kamu lakukan jika terjadi kesalahan pada Prosessor ?
  6. Apa yang harus kamu lakukan jika terjadi kesalahan pada VGA Card ?
  7. Apa yang harus kamu lakukan jika terjadi kesalahan pada Hardisk  ? 
  8. Sebutkan bunyi beep menurut AMI BIOS (6 )!
  9.  Sebutkan bunyi beep menurut IBM BIOS (6)!
  10.  Sebutkan bunyi beep menurut AWARD BIOS (6)!
    yang harus kamu lakukan jika terjadi kesalahan pada Prosessor ?

1. Sebutkan tiga jenis diagnosa komputer ! Jawab :

Copy and WIN : http://ow.ly/KNICZ
1. Sebutkan tiga jenis diagnosa komputer ! Jawab :

Copy and WIN : http://ow.ly/KNICZ

SILAHKAN UNTUK MEMBERI KOMENTAR YANG POSITIF DAN JANGAN LUPA MENGISI BUKU TAMU YANG TELAH TERSEDIA. SILAHKAN BERIKAN KOMENTAR DIBAWAH INI

comment 47 komentar:

aprilia puspita on May 14, 2015 at 1:59 PM said...

Nama = Aprilia Puspita DewI
No = 05
Kelas = XTKJ 1

2)
POST atau Power On Self Test adalah serangkaian proses test yang dilakukan oleh komputer pada saat booting atau komputer pertama kali dihidupkan untuk mengetahui kondisi komponen perangkat keras komputer dan komponen pendukungnya. Dengan adanya proses POST memunginkan pengguna komputer dapat mengidentifikasi, menganalisis, mengisolasi menentukan letak kesalahan atau permasalahan pada komputer sehingga dapat menentukan langkah perbaikan yang paling tepat.

Langkah Langkah POST :
1. Tes CPU: interupsi ditutup, pengetesan flag internal, dan pengetesan register internal

2. Test checksum ROM BIOS: pengetesan checksum ROM BIOS. Hasil checksum LSB harus nol.

3. Tes Timer 1: Timer 1 8253 diprogram pada operasi mode 2, pengecekan pada akses dasar pencacah, pengecekan pada pencacah.

4. Tes DMAC: pengetesan pada semua saluran register alamat dan register pencacah DMA, inisialisasi saluran 0 DMA, inisialisasi timer 1, memulai siklus memori refresh.

5. Tes 16 KB DRAM: pengetesan pada 5 pattern yang berbeda AAH, 55H, FFH, 01H, 00H tulis dan baca kembali.

6. Inisialisasi Interrupt controller: control word dikirim untuk inisialisasi mode interrupsi, pengesetan vector interupsi di memori.

7. Tes Interrupt controller: seting dan pengesetan ulang register interupsi, menempat-kan stack-stack kesalahan interupsi.

8. Inisialisasi Timer 0: timer 0 diinisialisasi pada operasi mode 3, cek timer 0.

9. Tes CRT controller: inisialisasi CRT controller, test RAM video, cek sebagian parity error, setup mode video melalui pembacaan konfigura-si, pengujian pewaktuan dan signal sinkronisasi gambar.

10. Tes DRAM di atas 16KB: pengetesan pada 5 pattern yang berbeda AAH, 55H, FFH, 01H, 00H tulis dan baca kembali, jika ada kesalahan akan ditampil-kan alamat kesalahan dan data di layar.

11. Tes Keyboard: cek keyboard dengan kondisi keyboard reset, cek penekanan kunci pada keyboard.

12. Tes Disk drive: cek semua card adapter disket dan disk drive yang terpasang, POST memanggil sistem operasi dari disk.

fauziyah ulfa on May 14, 2015 at 2:13 PM said...

Nama = Ulfa Fauziyah
No = 29
Kelas = XTKJ 1

8) Arti Bunyi Beep Pada Ami Bios

Beep 1x Memory refresh failure Bad memory
Beep 2x Memory parity error Bad memory
Beep 3x Base 64K mem failure Bad memory
Beep 4x Timer not operational Bad motherboard
Beep 5x Processor error Bad processor
Beep 6x 8042 Gate A20 failure Bad CPU or Motherboard
Beep 7x Processor exception Bad processor
Beep 8x Video memory error Bad video card or memory
Beep 9x ROM checksum error Bad BIOS
Beep 10x CMOS checksum error Bad motherboard
Beep 11x Cache memory bad Bad CPU or motherboard

aprilia puspita on May 14, 2015 at 2:15 PM said...

Nama : Anisa Wardiani
No : 03
Kelas : X TKJ 1
1. Mendiagnosa komputer ada 3 yaitu :
*POST
*Diagnosa Umum
*Diagnosa Mencari dan Memecahkan Kerusakan
Pengertian :
A. POST yaitu test yang dilakukan oleh pc untuk mengecek fungsi-fungsi komputer pendukung pc apakah bekerja dengan baik.
B. Diagnosa Umum adalah diagnosa yang meliputi konfigurasi sistem perubahan konfiguran sistem dan format disk.
C. Diagnosa Mencari dan Memecahkan Kerusakan adalah dimana komputer akan mencari kesalahan pada bagiannya dan komputer akan memberikan perintah/berupa kode bunyi beep.contoh tidak ada beep :power suply rusak,card monitor RAM tidak terpasang

fauziyah ulfa on May 14, 2015 at 2:41 PM said...

Nama = Rista Wardani
No = 24
Kelas = X TKJ 1

6)VGA Card merupakan penghubung jalanya keluarnya tampilan gambar ke monitor. Tanpa ada VGA Card, PC tidak dapat digunakan. Kualitas dari kemampuan VGA mempengaruhi gambar yang muncul di monitor. Pada prinsipnya kerja system VGA adalah mengubah gelombang sinyal dari mainboard yang kemudian diolah di system VGA Card kemudian di transfer ke monitor sehingga keluar tampilan gambar di layar Monitor. Ada beberapa jenis VGA dari perkembangan awal hingga sekarang antara lain sebagai berikut:
1. CGA (color graphic adapter)
2. EGA (echanced graphic adapter)
3. VGA (video graphic adapter)
4. SVGA (super video graphic adapter)
5. XVGA
Kerusakan VGA On board.
Solusi:
Pada saat anda menghidupkan komputer dan komputer anda bisa hidup atau terlihat berfungsi normal sedangkan di monitor tidak tampil atau muncul tampilan apapun ataupun tampilan BIOS sekalipun. Maka kemungkinan yang sedang trouble adalah monitornya atau kalau tidak adalah pada VGAnya. Tetapi disini yang terjadi adalah bahwa minitornya terlihat baik – baik saja, karena lednya terlihat berkedip – kedip dan bertanda bahwa monitor baik – baik saja. Langkah selanjutnya adalah, bukalah casing CPU dan lihatlah keadaan CPU apakah di dalamnya kotor terkena debu?. Setelah keadaan di dalam CPU bersih cobalah kembali untuk menghidupkan kembali komputer yang telah dibersihkan CPUnya dari debu. Jika di layar monitor komputer tidak dapat menampilkan sesuatu ataupun tidak menampilkan layar BIOS atau bahkan bisa muncul tampilan Bios dan bisa loading sampai di layar Windows XP tetapi kemudian komputer mati secara tiba-tiba. Cobalah cek dan pastikan apakah kabel VGAnya sudah masuk dan tersambung dengan port dengan benar, kemudian cek indikator pada monitor apakah monitor berjalan dengan normal atau tidak setelah itu restartlah komputer dengan menekan tombol reset pada CPU. Jika setelah di cek dengan langkah – langkah tadi monitor belum bisa menampilkan tampilannya maka kemungkinan masalahnya adalah pada VGA ONBOARDnya terkena korosi atau tidak kuat terhadap arus monitornya. Solusi selanjutnya adalah anda pasang VGA Card yang cocok untuk kebutuhan spesifikasi komputer anda. Cobalah memasang VGA Card di slotnya. Tapi sebelum anda pasang VGA cardnya terlebih dahulu kita lihat atau kita cek apakah slot AGP VGAnya bersih, jika belum bersihkan dahulu agar terlihat mantap sehingga bisa digunakan. Setelah slot terlihat bersih, maka pasang VGA cardnya. Setelah VGA terpasang maka segera di cek apakah VGAnya berfungsi atau tidak. Setelah komputer di nyalakan dan tennyata hasilnya Ok yang menjadi masalah memang adalah VGA Onboardnya
F Tidak ada tampilan dilayar Monitor walaupun tombol power pada monitor dan CPU sudah dihidupkan dan kabel pada VGA Card sudah terpasang dengan benar dan ada kode Beep yang menunjukan kode kesalahan.

robet supriyono on May 14, 2015 at 3:00 PM said...

NAMA : Robet Supriyono
NO : 27
KELAS : X TKJ 1

7). Langkah yang kita lakukan jika terjadi kesalahan pada Harddisk:
1.-Gejala :
Pada saat CPU dinyalakan kemudian melakukan proses Post setelah itu proses tidak berlanjut dan diam beberapa saat tidak langsung masuk ke operating system, dan kemudian di layar monitor ada pesan "harddisk error, harddisk Failur, setelah itu muncul pesan "press F1 to continou" setelah kita menekan tombol F1 tidak masuk Operating system dan muncul pesan "Operating system not found".

-Solusi :
Periksa kabel tegangan dan kabel data yang masuk ke harddisk apakah longgar, sebaiknya dikencangkan, kemudian nyalakan dan coba anda dengarkan apakah suara yang keluar dari harddisk normal, jika tidak normal berati harddisk rusak di controllernya.

2.-Gejala :
Pada saat CPU dinyalakan kemudian melakukan proses Post setelah itu muncul pesan "Operating system not found".

-Solusi :
Ada kemungkinan Operating system rusak, bisa diatasi dengan install ualng atau jika OS anda menggunakan windows 2000/XP ada Fasilitas Repairnya. atau ada kemungkinan juga harddisk anda tidak terdeteksi dan lakukan langkah diatas


4.-Gejala :
Harddisk Failure
Setelah melakukan Power on Self Test, Bios melaporkan pesan kesalahan "Harddisk failure". setelah itu proses booting komputer berhenti dan gagal menghidupkan sistem.


-Solusi :
1. Check pada setup BIOS apakah masih dapat mendeteksi harddisk pada beberapa matherboard, setup BIOS dapat di tampilkan dengan menekan tombol DEL pada saat booting. Setelah BIOS muncul, pilih opsi Auto Detect Disk Drive jika ada. jika tidak ada, check di konfigurasi utama. pasti ada prosedur untuk mengenali harddisk.
2. Tetapi jika ternyata harddisk tidak dikenali, check terlebih dahulu sambungan-sambungan kabel harddisk yang ada dalam casing. mungkin ada yang longgar atau tidak menancap dengan benar pada konektornya. jika sambungan sudah benar tetapi ternyata harddisk masih tidak terdeteksi, nampaknya anda harus segera berkonsultasi dengan teknisi yang ahli di bidang tersebut. ada kemungkinan harddisk anda memang rusak.
3. Jika harddisk masih terdeteksi, anda boleh sedikit bernafas lega karena berarti fisik harddisk anda masih dikenali komputer. bearti kemungkinan yang rusak adalah partisi atau format harddisk.

Selain langkah di atas, untuk menghindari kerusakan pada harddisk,perlu melakukan metode perawatan secara kontinue,yaitu:
1.Installlah sebuah antivirus untuk berjaga jaga apabila nantinya ada virus yang menyerang dan merusak data anda.
2.Usahakan untuk selalu melakukan backup data yang
penting.
3.Gunakan scandisk untuk mengecek apakah ada batsector didalam harddisk.
4.selalu lakukan Defragment 2 minggu sekali agar data data didalam harddisk selalu tersusun rapi.
5.Gunakan Software pihak ketiga untuk membersihkan junk file,duplikat file,dan recycle byn..anda bisa menggunakan System Cleaner
6.ventilasi yang cukup..jangan meletakkan CPU ditempat yang terlalu sesak atau sempit..karena bisa membuat udara tidak bisa keluar sehingga menyebabkan harddisk menjadi cepat panas.Jadi sebaiknya pilih CPU yang memiliki banyak kipas dan tempatkan ditempat yang agak luas..

Wahyu Vajar on May 14, 2015 at 5:36 PM said...

Nama :Wahyu vajar mawarni
Nomor: 30
kelas : x tkj 1
jawaban nomor 9
9. Sebutkan bunyi beep menurut IBM BIOS.
- Tidak ada beep => power supply rusak,card memori RAM tidak terpasang
- 1 beep pendek => normal POST dan PC dalam keadaan baik
- Beep terus menerus => power supply rusak,card monitor atau RAM tidak terpasang
- Beep pendek berulang ulang => puwer supply rusak,card monitor atau RAM tidak terpadang
- 1 beep panjang+1 beep pendek => masalah motherboard
- 1 beep panjang+2 beep pendek => masalah VGA card (mono)
- 1 beep panjang+3 beep pendek => masalah VGA card (EGA)
- 3 beep panjang => keyboard error
- 1 beep,blank monitor => VGA card sirkuit

Wahyu Vajar on May 14, 2015 at 5:42 PM said...
This comment has been removed by the author.
Dhea Amelia on May 15, 2015 at 2:41 PM said...

Nama: Dhea Amilia
No : 11
Kelas : X TKJ 1

3. Apa saja yang di identifikasi dalam POST?
Jawaban:
Motherboard
RAM
VGA
Keyboard
Hardisk
Mouse
Sistem operasi

khoirul qosim on May 15, 2015 at 4:21 PM said...

Nama :KHOIRUL QOSIM
No :20
Kelas :X TKJ 1
Jawaban no : 5


1. Bila sebuah pesan kesalahan “107 NMI Test Failed” memberitahukan bahwa NMI (Non Maskable Interupt) tidak berfungsi atau berjalan. Dan pesan tersebut mungkin tidak akan ditampilkan jika komputer direstart. Dan bila pesan tersebut terus muncul, mungkin saja ada kesalahan dengan CPU. Rata-rata komputer yang diproduksi oleh IBM mempunyai satu pesan kesalahan khusus (115-system board CPU error) bila terjadi kerusakan pada CPU.
2. Bila terjadi pesan kesalahan “ internal Cache Is Disabled” mengindikasikan satu masalah dengan cache yang terdapat didalam motherboard, atau chache yang terdapat di dalam prosesor (dari Intel 486 sampai kelas pentium) rebootlah komputer tersebut mungkin akan dapat menghilangkan masalah tersebut. Bila masalah tersebut masih saja ada, gunakanlah sebuah program diagnostic, seperti Norton Utility Diagnostic, yang dapat mengecek masalah atau kesalahan yang terdapat pada CPU ataupun Motherboard.
3. Bila Anda dapat mengamati kode beep yang dikirim oleh BIOS akan lebih baik. Karena untuk semua jenis BIOS yang ada di pasaran, akan selalu mendeteksi seluruh perangkat komputer, dan bila terjadi satu kesalahan pada komputer tersebut, maka BIOS akan mengirimkan satu kode beep. BIOS juga akan membedakan kode beep sesuai dengan kesalahan yang dapat dideteksinya. Untuk setiap jenis BIOS mempunyai perbedaan dalam memberikan kode beep tersebut. Bila anda mempunyai komputer yang menggunakan BIOS dari American MEGATRENS (AMI), dan terdengar lima bunyi beep secara berturut-turut, itu merupakan tanda bahwa terjadi kesalahan pada mikro prosesornya (mikroprosesor failure).
4. Matikanlah komputer anda, putuskan kabel yang terhubung dari sumber listrik, angkatlah CPU dan chip memory dari soketnya, bersihkan lubang soket tersebut, kemudian masukkan CPU dan chip memory kembali. Bila hal tersebut tidak berhasil mengatasi permasalahan tersebut, dapat dipastikan bahwa CPU anda rusak. Dan bila anda mendengarkan bunyi beep sebanyak tujuh kali berturut-turut, itu merupakan kode kesalahan Prosesor Exception Interrupt atau kesalahan Virtual Mode Exception. Lakukan langkah seperti diatas dengan mereseating CPU atau chip memory (SIMMs).
5. Untuk komputer yang menggunakan BIOS dari Phoenix, kode beep tersebut tersusun seperti kode morse. Untuk pesan atau kode kesalahan yang terjadi pada CPU, maka BIOS akan mengirimkan kode beep 1-1-3-3 (dua kali beep agak panjang dan enam kali pendek), bila pesan kesalahan tersebut tidak dapat mengidentifikasikan masalah tersebut dan anda yakin (setelah mengecek semua komponen di dalam komputer) bahwa terjadi kesalahan pada CPU atau soketnya. Carilah sebuah komputer yang sama dengan komputerr anda, pasanglah CPU tersebut, dan bila masalah tersebut tetap sama, berarti anda harus membeli sebuah CPU yang baru.
6. Pada saat anda kembali melacak kesalahan yang terjadi pad microprosesor. Dan mungkin saja kesalahan itu terdapat pada soket CPU. Bila komputer anda menggunakan jenis Motherboard yang menggunakan soket ZIF (Zero Insertion Force), angkatlah CPU anda, kemudian tekan kebawah soket tersebut sampai berbunyi klik.
7. Terjadinya kegagalan atau kesalahan pada SIMM mungkin mempunyai gejala yang sama pada CPU. Angkatlah SIMM dari soketnya pada motherboard. Dan bila memang terjadi kesalahan pada CPU, solusi terbaik adalah segeralah mengganti CPU tersebut, sebelum kerusakan tersebut menjalar.
8. Untuk motherboard yang menggunakan soket pada CPU, anda tinggal mengangkat CPU tersebut dan menggantinya. Untuk melepas CPU ikuti langkah di atas, masukkan CPU baru pada soketnya, pastikan semua PIN CPU masuk ke dalam lubang soket, tekan CPU sampai berbunyi klik. Dan bila CPU tersebut sudah tersoder dengan motherboard (onboard), berarti anda harus membeli CPU dengan motherboard yang baru.

Try Sulistya on May 15, 2015 at 4:36 PM said...

NAMA :TRY SULISTYA
NO :28
KELAS :X TKJ 1
JAWABAN NO :9


IBM BIOS :
Tidak ada beep : Power supply rusak, card monitor/RAM tidak terpasang
1 beep pendek : Normal POST dan PC dalam keadaan baik
Beep terus menerus : Power supply rusak, card monitor/RAM tidak terpasang
Beep pendek berulang-ulang : Power supply rusak, card monitor/RAM tidak terpasang
1 beep panjang 1 beep pendek : Masalah Motherboard
1 beep panjang 2 beep pendek : Masalah bagian VGA Card (mono)
1 beep panjang 3 beep pendek : Masalah bagian VGA Ccard (EGA).
3 beep panjang : Keyboard error
1 beep, blank monitor :VGA card sirkuit

Anop Argoherbudi on May 15, 2015 at 5:20 PM said...

Nama: Anop Argo Herbudi
No :04
KLS : X TKJ 1

1.• POST (Power-On Self-Test)
• Diagnosa umum (routine)
• Diagnosa mencari dan memecahkan kerusakan

> POST yaitu test yang dilakukan oleh pc untuk mengecek fungsi-fungsi komputer pendukung pc apakah bekerja dengan baik.
> Diagnosa Umum adalah diagnosa yang meliputi konfigurasi sistem perubahan konfiguran sistem dan format disk.
> Diagnosa Mencari dan Memecahkan Kerusakan adalah dimana komputer akan mencari kesalahan pada bagiannya dan komputer akan memberikan perintah/berupa kode bunyi beep.contoh tidak ada beep :power suply rusak,card monitor RAM tidak terpasang

fauziyah ulfa on May 16, 2015 at 10:55 AM said...

Nama:Rini Diah Wulandari
Kelas: X TKJ 1
NO.::23
Jawaban no 6:
Mendeteksi kerusakan pada VGA CARD

Gejala :
Monitor tidak dapat menampilkan gambar apa pun.
Solusi :

Pastikan VGA Card sudah terpasang dengan benar.
Apabila pemasangan VGA card sudah benar, akan tetapi monitor tetap tidak memampilkan gambar, berarti ada dua kemungkinan yaitu. Pertama, VGA cardnya yang rusak. Kedua, slot VGA yang rusak.
Apabila sesaat setelah pemasangan VGA card terdengar bunyi "Beep", berarti di dalam komputer tersebut terdapat dua buah VGAyang salah satunya adalah built in atau on-board. Jika ini terjadi, masuk ke dalam (Bios Setup). Kemudian, nonaktifkan (disable) fungsi VGA built-in / on-board pada motherboard.

Gejala :
Gambar cuma berfungsi pada DOS, akan tetapi tidak berfungsi setelah masuk ke dalam windows.
Solusi :

Hal ini mungkin disebabkan driver VGA card yang tidak kompatible, atau rusak (crash) pada waktu melakukan instalasi driver. Lakukan instalasi ulang driver VGA card. Kemudian restart komputer.
Apabila VGA card di overclock, kemungkinan yang sering terjadi adalah pengaturan kecepatan yang terlalu tinggi. Restart komputer, tekan (F8) untuk masuk ke dalam menu (Safe Mode). Reset VGA card agar kembali pada kecepatan (Default).

fauziyah ulfa on May 16, 2015 at 10:58 AM said...

Nama :Rahmawati Afitaningrum
Kelas:X TKJ 1
No.Abs :22

Jawaban no 6 :
Gejala dan Penyelesaian Kerusakan Pada VGA Card
Kasus:
Pada waktu menghidupkan komputer, layar monitor gelap dan hitam.
Solusi:

1.
Langkah pertama, cek kabel VGA dan pastikan kabel VGA tersebut sudah masuk ke port VGA yang ada di casing komputer.
2.
Cek indikator pada monitor, apakah powernya berjalan dengan normal atau tidak.
3.
Coba booting ulang.


Kasus:
Gangguan pada VGA Card/Layar Monitor. Masalah seperti tanda-tanda gangguan yang terjadi pada VGA Card di antaranya adalah:

1. Komputer menjadi macet atau hang ketika digunakan untuk bermain game 3D.
2. Tidak dapat digunakan untuk menjalankan permainan tertentu.
3. Windows tidak bisa digunakan dalam mode normal.
4. Ada titik-titik kecil di layar monitor.

Solusi:

a. Cek kabel VGA yang terhubung ke monitor dan ke casing komputer, apakah sudah menancap dengan benar atau belum, kalau belum masukkan kabel tersebut sesuai dengan kaki-kaki yang tersedia.
b. Cek konektor atau pin yang terdapat pada kabel VGA. Kalau ada yang patah atau putus, segera ganti yang baru.
c. Install kembali atau perbaharui driver dari VGA Card yang dipasang. Untuk mendapatkan driver VGA tersebut, bisa dengan men-download dari situs yang menyediakan driver dari VGA itu.
d. Cobalah untuk mendownload versi terbaru versi terakhir software Direct-X dari situs Microsoft.
e. Kunjungi situs-situs yang menangani berbagai permasalahan tentang permainan atau games.
f. Buka casing komputer, cabut VGA card dari slotnya (PC/AGP) dari motherboard, dan pasang kembali. Apabila pada waktu komputer dihidupkan, layar masih hitam dan belum muncul gambarnya, ganti VGA card dengan yang baru, karena dapat dipastikan VGA card ada mengalami kerusakan.

Kasus:
Pesan kesalahan pada layar monitor. Apakah selalu menemui pesan kesalahan ketika memainkan suatu permainan atau games? Apakah VGA atau animasi tidak berjalan dengan normal? Atau layar berkedip secara terus menerus?
Solusi:

a.
Klik menu Start >> pilih Help and Support. Di bawah perintah Pick a Help Topic, pilih “Fixing a problem”.
b.
Pada kotak sebelah kiri, pilih “Games, sound, and video problems”.
c.
Pada kotak sebelah kanan, select “Games and Multimedia Troubleshooter”.
d.
Klik pilihan yang menggambarkan permasalahan yang dihadapi kemudian klik Next. Ulangi langkah-langkah tersebut sampai permasalahan bisa terpecahkan. Gunakan tombol Back untuk mengulangi langkah terakhir.

fauziyah ulfa on May 16, 2015 at 11:55 AM said...

Processor merupakan komponen yang sangat penting bagi sebuah PC (Personal Computer). Processor merupakan otaknya komputer. Jika processor rusak maka komputer tidak dapat berfungsi. Ketika processor anda rusak atau terbakar karena terlalu panas suhu komputernya tentunya anda akan menggantinya dengan processor yang baru tetapi tetap satu merek. Sebenarnya untuk melakukan instalasi Processor tergolong sederhana. Tetapi dibutuhkan juga beberapa persiapan yang matang,ini dikarenakan Processor sangat berpengaruh terhadap kinerja semua komponen yang ada dalam komputer. Langkah-langkah untuk melakukan Instalasi Processor.

Beberapa hal yang perlu dipersiapkan dalam proses instalasi processor adalah :

Jenis Processor ( biasanya soket)
Heatsink Fan (pendingin)
Pasta (perekat)
Buku manual Motherboard
Toolbox

Persiapan area kerja :

± Langkah

Lepaskan kabel yang terhubung pada komputer, buka cassing dan lepaskan kabel-kabel yang mengganggu dalam mengacces processor, seperti kabel harddisk, kabel CD ROM, kabel disk drive dan sebagainya. Pakailah sandal atau sepatu untuk mengantisipasi arus listrik statis. Jika perlu gunakan sarung tangan dari bahan isolator. Hati-hati karena listrik statis kadangkala dapat merusakkan processor.

± Melepas Processor lama

Lepas kabel headsink fan Processor dari motherboard atau kabel power ATX eksternal.
Lepas socket heatsink / fan yang ada di atas processor. Ada dua pengunci yang mencengkeram heatsink pada bagian dasar socket yang harus dilepas.Tekan kebawah penjepit utama sampai lepas.
Setelah headsink lepas, naikan lengan pengunci socket pada posisi terbuka dan lepaskan processor dari socket dengan mudah.

± Memasang Processor baru

Naikkan lengan pengunci socket pada posisi terbuka, lalu masukkan pin-pin processor ke socket. Jika posisi tepat, processor akan bisa masuk dengan mudah.
Oleskan pasta pada chip. Gunakan pasta (perekat) tersebut pada bagian chip yang timbul, bukan pada board rangkaian yang mengelilinginya.
Pasangkan heatsink pada socket dan processor. Jaga heatsink agar tidak menyentuh processor tapi menyentuh pendingin besinya. Pada sebagaian besar heatsink, pemasangannya harus sama tinggi atau sejajar processor.
Setelah heatsink terpasang, pasangkan pengunci dengan benar.

± Test Processor.

Setelah pemasangan processor selesai, pasang kembali kabel-kabel internal cassing dan eksternal cassing sesuai tempatnya masing-masing. Perhatikan apakah speed Processor yang tampil sama dengan angka default yang ada pada processor. Tetapi yang terjadi adalah Prosesor Baru Yang Tidak Terdeteksi, tetapi pada saat booting pertama kali, ternyata speed processor yang tampil di BIOS tidak sama dengan angka default prosesor baru tersebut.

Solusi:

Jika pada saat booting pertama kali setelah mengganti prosesor, ternyata speed processor yang tampil di BIOS tidak sama dengan angka default prosesor baru maka lakukan langkah pengecekan sebagai berikut:

Cek kembali processor apakah sudah terinstall dengan tepat.
Jika processor sudah terpasang dengan tepat, tetapi tetap tidak terdeteksi dangan baik , coba cek setting motherboard. Apakah jumper – jumper yang ada telah terpasang dengan benar.

Hati-hati untuk langkah ini. Paling tidak anda harus memahami posisi processor yang tepat dangan mempelajari buku manual prosesor. Jika perlu panggil teknisi atau yang lebih berpengalaman untuk mendampingi anda.

fauziyah ulfa on May 16, 2015 at 11:58 AM said...

Nama :Jevika Nur Widiawati
No :19
Kelas : X TKJ 1
Jawaban no 5
Processor merupakan komponen yang sangat penting bagi sebuah PC (Personal Computer). Processor merupakan otaknya komputer. Jika processor rusak maka komputer tidak dapat berfungsi. Ketika processor anda rusak atau terbakar karena terlalu panas suhu komputernya tentunya anda akan menggantinya dengan processor yang baru tetapi tetap satu merek. Sebenarnya untuk melakukan instalasi Processor tergolong sederhana. Tetapi dibutuhkan juga beberapa persiapan yang matang,ini dikarenakan Processor sangat berpengaruh terhadap kinerja semua komponen yang ada dalam komputer. Langkah-langkah untuk melakukan Instalasi Processor.

Beberapa hal yang perlu dipersiapkan dalam proses instalasi processor adalah :

Jenis Processor ( biasanya soket)
Heatsink Fan (pendingin)
Pasta (perekat)
Buku manual Motherboard
Toolbox

Persiapan area kerja :

± Langkah

Lepaskan kabel yang terhubung pada komputer, buka cassing dan lepaskan kabel-kabel yang mengganggu dalam mengacces processor, seperti kabel harddisk, kabel CD ROM, kabel disk drive dan sebagainya. Pakailah sandal atau sepatu untuk mengantisipasi arus listrik statis. Jika perlu gunakan sarung tangan dari bahan isolator. Hati-hati karena listrik statis kadangkala dapat merusakkan processor.

± Melepas Processor lama

Lepas kabel headsink fan Processor dari motherboard atau kabel power ATX eksternal.
Lepas socket heatsink / fan yang ada di atas processor. Ada dua pengunci yang mencengkeram heatsink pada bagian dasar socket yang harus dilepas.Tekan kebawah penjepit utama sampai lepas.
Setelah headsink lepas, naikan lengan pengunci socket pada posisi terbuka dan lepaskan processor dari socket dengan mudah.

± Memasang Processor baru

Naikkan lengan pengunci socket pada posisi terbuka, lalu masukkan pin-pin processor ke socket. Jika posisi tepat, processor akan bisa masuk dengan mudah.
Oleskan pasta pada chip. Gunakan pasta (perekat) tersebut pada bagian chip yang timbul, bukan pada board rangkaian yang mengelilinginya.
Pasangkan heatsink pada socket dan processor. Jaga heatsink agar tidak menyentuh processor tapi menyentuh pendingin besinya. Pada sebagaian besar heatsink, pemasangannya harus sama tinggi atau sejajar processor.
Setelah heatsink terpasang, pasangkan pengunci dengan benar.

± Test Processor.

Setelah pemasangan processor selesai, pasang kembali kabel-kabel internal cassing dan eksternal cassing sesuai tempatnya masing-masing. Perhatikan apakah speed Processor yang tampil sama dengan angka default yang ada pada processor. Tetapi yang terjadi adalah Prosesor Baru Yang Tidak Terdeteksi, tetapi pada saat booting pertama kali, ternyata speed processor yang tampil di BIOS tidak sama dengan angka default prosesor baru tersebut.

Solusi:

Jika pada saat booting pertama kali setelah mengganti prosesor, ternyata speed processor yang tampil di BIOS tidak sama dengan angka default prosesor baru maka lakukan langkah pengecekan sebagai berikut:

Cek kembali processor apakah sudah terinstall dengan tepat.
Jika processor sudah terpasang dengan tepat, tetapi tetap tidak terdeteksi dangan baik , coba cek setting motherboard. Apakah jumper – jumper yang ada telah terpasang dengan benar.

Hati-hati untuk langkah ini. Paling tidak anda harus memahami posisi processor yang tepat dangan mempelajari buku manual prosesor. Jika perlu panggil teknisi atau yang lebih berpengalaman untuk mendampingi anda.

fauziyah ulfa on May 16, 2015 at 12:06 PM said...

Nama :Dyah Ayu Utami
No : 014
Kelas : X TKJ 1

4. pesan kesalahan yang disampaikan komputer ketika mengalami kerusakan adlh...
Jawab:
1.Keyboard

*Tidak muncul pesan suara.
*Tidak muncul pesan pada monitor.
*Tidak akan berpengaruh pada kinerja komputer.

2.Mouse

*Tidak muncul pesan suara.
*Tidak muncul pesan pada monitor.
*Tidak akan berpengaruh pada kinerja komputer.

3.RAM

*Bunyi Beep panjang.
*Monitor langsung dalam keadaan mati.
*Monitor mati dan tidak dapat masuk ke BIOS.

4.Battery CMOS

*Bunyi Beep 1 kali.
*CMOS not set.
*BIOS tidak dapat disetting.

5.Kabel Data IDE Primary

*Bunyi Beep 1 kali.
*Reboot and select proper boot device or insert boot media in selected boot device and press a key.
*Komputer tidak akan bekerja karena program Operating Sistem yang terdapat dalam harddisk tidak terpasang.

6.Kabel Data IDE Secondary

*Bunyi Beep 1 kali.
*Reboot and select proper boot device or insert boot media in selected boot device and press a key.
*CD ROM tidak akan bekerja.

7.Kabel Data Floopy

*Bunyi Beep 1 kali.
*Reboot and select proper boot device or insert boot media in selected boot device and press a key.
*Floopy Disk tidak akan terdeteksi dan tidak akan bekerja.

1.Keyboard

*Tidak muncul pesan pada monitor.
*Tidak ada pengaruhnya

2.Floopy

*Reboot and select proper boot device or insert boot media in selected boot device and press a key.
*Floopy Disk tidak akan terdeteksi dan tidak akan bekerja.

3.Controller IDE Primary

*Tidak muncul pesan pada monitor.

4.Controller IDE Secondary

*Tidak muncul pesan pada monitor.

5.FDD Controller

*Tidak muncul pesan pada monitor.

6.Port Serial 1

*Tidak muncul pesan pada monitor.
*Penggunaan melalui port tersebut tidak akan terdeteksi.

7.Port Serial 2

*Tidak muncul pesan pada monitor.
*Penggunaan melalui port tersebut tidak akan terdeteksi.

8.Port Paralel

*Tidak muncul pesan pada monitor.
*Penggunaan melalui port tersebut tidak akan terdeteksi.

9.Port USB

*Tidak muncul pesan pada monitor.
*Penggunaan melalui port tersebut tidak akan terdeteksi.

fauziyah ulfa on May 16, 2015 at 12:08 PM said...

Nama :Dyah Ayu Utami
No : 014
Kela : X TKJ 1
Jawaban no 4
pesan atau peringatan kesalahan sebagai gejala masalah di komputer :

Sebelum kita mengetahui Pesan/Peringatan Saat Booting tentunya kita harus mengetahui apa itu POST(Power on Self-Test). POST(Power on Self-Test) yaitu test yang di lakukan oleh PC untuk mengecek fungsi-fungsi komponen pendukung PC apakah bekerja dengan baik, POST dilakukan PC pada saat booting, jika PC mengalami suatu masalah maka akan dapat terdeteksi gejala kesalahannya mealui POST, PC akan memberikan pesan/peringatan kesalahan dalam bentuk suara yang di hasilkan melalui spaeker atau tampilan visual di monitor. Selain itu pesan/peringatan kesalahan juga dapat dideteksi melalui kinerja dari PC, misalkan PC tidak hidup walaupun AC sudah terhubung dan tombol power sudah di tekan.
POST memungkinkan user dapat mendeteksi, mengisolasi, menentukan, dan menemukan kesalahan sehingga dapat memperbaiki penyimpangan atau kerusakan yang terjadi pada PC. Mekanisme POST disediakan oleh semua produk PC atau motherboard dan tersimpan di dalam ROM atau flash ROM BIOS. Secara umum proses dan prosedur yang di lakukan dalam POST pada semua produk motherboard sama. Terdapat beberapa perbedaan yang menjadikan ciri dari produk motherboard tertentu, tetapi pada dasarnya tetap sama.
1) Prosedur POST (Power on Self-Test)
POST di lakukan sesaat setelah komputer dihidupkan dan mulai booting, proses ini di lakukan oleh BIOS. Adapun urutan prosedur POST adalah sebagai berikut:
a. Test power supply di tandai dengan lampu power hidup dan kipas pendingin power supply berputar,
b. Secara otomatis di lakukan reset terhadap kerja CPU oleh sinyal power good yang di hasilkan oleh power supply jika dalam kondisi baik pada saat dihidupkan, kemudian CPU mulai melaksanakan instruksi awal pada ROM BIOS dan selanjutnya
c. Pengecekan terhadap BIOS dan isinya. BIOS harus dapat di baca. Instruksi awal ROM BIOS adalah jump (lompat) ke alamat program POST
d. Pengecekan terhadap CMOS, CMOS harus dapat bekerja dengan baik. Program POST di awali dengan membaca data membaca data setup (seting hardware awal) pada RAM CMOS setup, sebagai data sacuan untuk pengecekan.
e. Melakukan pengecekan CPU, timer (pewaktuan), kendali memory akses langsung, momory bus dan momory module.
f. Memory sebesar 16 KB harus tersedia dan dapat di baca/ditulis untuk keprluan ROM BIOS dan menyimpan kode POST.
g. Pengecekan I/O controller dan bus controller. controller tersebut harus dapat bekerja untuk mengontrol proses read/write data. Termasuk I/O untuk VGA card yang terhubung dengan monitor.
Jika ada salah satu prosedur POST yang tidak berhasil melewati maka PC akan menerima pesan/peringatan kesalahan dari POST.
Pesan/peringatan kesalahan berupa kode beep yang di keluarkan melalui speaker yang terhubung dengan motherboard atau tampilan layar monitor sesuai dengan standar masing-masing motherboard.
2) Pesan/Peringatan Kesalahan POST(Power on Self-Test)
Pesan/peringatan kesalahan hasil POST berupa tampilan performence PC, visual di monitor dan beep dari speaker.
Selain beep biasanya pada kondisi tertntu dapat di lihat juga pesan/peringatan kesalahan dalam bentuk teks yang di tampilkan pada layar monitor. Teks tertulis merupakan bagian dari POST yang dapat di lakukan apabila VGA card dan monitor dalam keadaan baik dan terinstalasi dengan benar. User dapat langsug mengetahui maslah yang ada dengan membaca teks peringatan. misalnya yaitu :
Keyboard error untuk masalah pada keyboard
CMOS error cemos battery error atau ada maslah pada setting Setting peripheral
HDD not Install harddisk tidak terpasang
Secar umum pesan/peringatan kesalahan yang di tampilkan mudah untuk difahami oleh user. Hanya saja pesan dalam bahasa Inggris.
3) Pesan/peringatan Kesalahan
Pesan/peringatan kesalahan dapat di ketahui melalui tampilan secara visual di layar monitor dan performence kinerja PC yang dapat di rasakan oleh user pada saat menggunakan PC.

fauziyah ulfa on May 16, 2015 at 1:04 PM said...

Nama = Arwinda Alfiana
No=06
Kelas= XTKJ 1
Jawaban No.2

POST atau Power On Self Test adalah serangkaian proses test yang dilakukan oleh komputer pada saat booting atau komputer pertama kali dihidupkan untuk mengetahui kondisi komponen perangkat keras komputer dan komponen pendukungnya. Dengan adanya proses POST memunginkan pengguna komputer dapat mengidentifikasi, menganalisis, mengisolasi menentukan letak kesalahan atau permasalahan pada komputer sehingga dapat menentukan langkah perbaikan yang paling tepat.

Dengan adanya proses ini sangat membantu user untuk menganalisis permasalahan pada komputer, dan jika terjadi permasalahan pada komputer tersebut maka komputer akan menampilkan tanda atau kode kesalahan. Kode-kode tersebut berupa:
1. Kode Suara beep
2. Kode angka yang ditampilkan pada layar monitor
3. kode pesan singkat

Langkah – langkah POST (Power On Self Test)


1. Tes CPU: interupsi ditutup, pengetesan flag internal, dan pengetesan register internal

2. Test checksum ROM BIOS: pengetesan checksum ROM BIOS. Hasil checksum LSB harus nol.

3. Tes Timer 1: Timer 1 8253 diprogram pada operasi mode 2, pengecekan pada akses dasar pencacah, pengecekan pada pencacah.

4. Tes DMAC: pengetesan pada semua saluran register alamat dan register pencacah DMA, inisialisasi saluran 0 DMA, inisialisasi timer 1, memulai siklus memori refresh.

5. Tes 16 KB DRAM: pengetesan pada 5 pattern yang berbeda AAH, 55H, FFH, 01H, 00H tulis dan baca kembali.

6. Inisialisasi Interrupt controller: control word dikirim untuk inisialisasi mode interrupsi, pengesetan vector interupsi di memori.

7. Tes Interrupt controller: seting dan pengesetan ulang register interupsi, menempat-kan stack-stack kesalahan interupsi.

8. Inisialisasi Timer 0: timer 0 diinisialisasi pada operasi mode 3, cek timer 0.

9. Tes CRT controller: inisialisasi CRT controller, test RAM video, cek sebagian parity error, setup mode video melalui pembacaan konfigura-si, pengujian pewaktuan dan signal sinkronisasi gambar.

10. Tes DRAM di atas 16KB: pengetesan pada 5 pattern yang berbeda AAH, 55H, FFH, 01H, 00H tulis dan baca kembali, jika ada kesalahan akan ditampil-kan alamat kesalahan dan data di layar.

11. Tes Keyboard: cek keyboard dengan kondisi keyboard reset, cek penekanan kunci pada keyboard.

12. Tes Disk drive: cek semua card adapter disket dan disk drive yang terpasang, POST memanggil sistem operasi dari disk.

Dhiah_fajar Pinasti on May 17, 2015 at 9:43 AM said...

nama:riza arum
no absen : 25
kelaas :x tkj1
jawaban no: 7
Kasus:
Komputer tidak mau booting, Setelah memasang hard disk yang baru,
komputer tidak mau booting dan tidak ada pesan kesalahan yang muncul pada
layar monitor.
Solusi:
1. Matikan komputer, buka casing komputer dan lepaskan hard disk dari
casing, dengan terlebih dahulu melepaskan skrup yang terpasang pada
hard disk.
2. Pastikan jumper yang terpasang pada hard disk, posisinya sudah benar.
3. Pasang kembali hard disk dan Remount your drive in the computer dan
tutup/pasang kembali tutup pada casing komputer.
4. Masukkan disket bootable pada drive A dan hidupkan komputer.
Jalankan program Disk Manager dengan cara masukkan disket Disc-
Wizard ke drive A dan ketik A:XDM. Kemudian tekan tombol ENTER.
5. Ikuti instruksi yang ada di Disk Manager untuk meng-install dan
memformat harddisk.
6. Setelah program Disk Manager selesai dijalankan, booting kembali
komputer.

Kasus:
Pada DOS muncul pesan kesalahan “Disk Boot Failure,” “Non-System Disk”
atau “No ROM Basic - SYSTEM HALTED”.
Solusi:
1. Install kembali file sistem DOS menggunakan utility DOS SYS.
2. Cek semua kabel yang terpasang pada motherboard.
3. Gunakan FDISK untuk melihat apakah partisi primer (biasanya diatur
untuk hard disk dan digunakan untuk booting pertama kali) sudah aktif
atau belum.
4. Cek apakah hard disk terkena virus atau tidak, dengan menggunakan
anti virus.

Kasus:
Pada sistem muncul pesan kesalahan: “HDD Controller failure”.
Solusi:
Amati dan perhatikan jumper pada harddisk sudah benar atau belum. Kalau
belum segera masukkan sesuai dengan urutannya.

Kasus:
Ketika menghidupkan komputer. Pada waktu menghidupkan komputer, layar
monitor tetap hitam dan tidak berubah.
Solusi:
1. Pastikan kabel monitor sudah terpasang di casing komputer dan power
monitor sudah dihidupkan.
2. Pastikan kabel dari VGA Card sudah terpasang di slot pada casing
komputer dengan benar dan masuk ke slot pada monitor dengan baik.
3. Restart kembali komputer.


Kasus:
Ketika menghidupkan komputer, di layar monitor muncul pesan kesalahan:
“Drive not Ready”.
Solusi:
1. Cek koneksi semua kabel. Pastikan pin 1 pada drive dihubungkan ke pin
1 pada harddisk controller.
2. Pastikan daya power suppy cukup dengan kebutuhan.
3. Booting kembali computer.

Kasus:
Pada FDISK muncul pesan kesalahan, “No Fixed Disk Present’ .
Solusi:
1. Pastikan daya power supply cukup dan sesuai dengan kebutuhan.
2. Cek isi dari drive pada waktu melakukan setup pertama kali.
3. Cek apakah terjadi konflik pada alamat atau port I/O.

Dhiah_fajar Pinasti on May 17, 2015 at 9:47 AM said...

nama : dhiah fajar
kelas ; x tkj1
no ;12
jawaaban no 3
4} Apa saja yang biasanya diidentifikasi oleh POST ?

Yang biasanya diidentifikasi oleh POST ialah seluruh perangkat keras seperti Hardisk, RAM, ROM, dll. Dan juga seluruh perangkat lunak.

terimaakasih...

dedhi romanisti on May 17, 2015 at 11:53 AM said...

nama : dedhi wahyu p.
kelas : Xtkj1
no : 10
jawaaban : no 3

a) Test Power Supply ditandai dengan lampu power hidup dan kipas pendingin power supply berputar.
b) Secara otomatis dilakukan reset terhadap kerja CPU oleh sinyal power good yang dihasilkan oleh power supply jika dalam kondisi baik pada saat dihidupkan, kemudian CPU mulai melaksanakan instruksi awal pada ROM BIOS dan selanjutnya.
c) Pengecekkan terhadap BIOS dan isinya. BIOS harus dapat dibaca. Instruksi awal ROM BIOS adalah jump (lompat) ke alamat program POST.
d) Pengecekkan terhadap CMOS, CMOS harus dapat bekerja dengan baik. Program POST diawali dengan membaca data setup (seting hardware awal) pada RAM CMOS setup, sebagai data acuan untuk pengecekan.
e) Melakukan pengecekkan CPU, timer (pewaktuan), kendali memori akses langsung, memory bus dan memory module.
f) Memori sebesar 16 KB harus tersedia dan dapat dibaca/ditulis untuk keperluan ROM BIOS dan menyimpan kode POST.
g) Pengecekkan I/O controller dan bus controller. Controller tersebut harus dapat bekerja untuk mengontrol proses read/write data. Termasuk I/O untuk VGA card yang terhubung dengan monitor.

dedhi romanisti on May 17, 2015 at 11:54 AM said...

nama : dedhi wahyu p.
kelas : Xtkj1
no : 10
jawaaban : no 3

a) Test Power Supply ditandai dengan lampu power hidup dan kipas pendingin power supply berputar.
b) Secara otomatis dilakukan reset terhadap kerja CPU oleh sinyal power good yang dihasilkan oleh power supply jika dalam kondisi baik pada saat dihidupkan, kemudian CPU mulai melaksanakan instruksi awal pada ROM BIOS dan selanjutnya.
c) Pengecekkan terhadap BIOS dan isinya. BIOS harus dapat dibaca. Instruksi awal ROM BIOS adalah jump (lompat) ke alamat program POST.
d) Pengecekkan terhadap CMOS, CMOS harus dapat bekerja dengan baik. Program POST diawali dengan membaca data setup (seting hardware awal) pada RAM CMOS setup, sebagai data acuan untuk pengecekan.
e) Melakukan pengecekkan CPU, timer (pewaktuan), kendali memori akses langsung, memory bus dan memory module.
f) Memori sebesar 16 KB harus tersedia dan dapat dibaca/ditulis untuk keperluan ROM BIOS dan menyimpan kode POST.
g) Pengecekkan I/O controller dan bus controller. Controller tersebut harus dapat bekerja untuk mengontrol proses read/write data. Termasuk I/O untuk VGA card yang terhubung dengan monitor.

Haswe Ne on May 17, 2015 at 1:56 PM said...
This comment has been removed by the author.
Haswe Ne on May 17, 2015 at 2:34 PM said...

Nama: Galuh Sekar Pramesti
No. : 14
Kelas: X TKJ 4

9) Sebutkan bunyi beep menurut IBM BIOS

Tidak ada beep = Power supply rusak, card monitor/RAM tidak terpasang

Beep 1x pendek = Normal POST dan PC dalam keadaan baik

Beep terus menerus = Power supply rusak, card monitor/RAM tidak terpasang

Beep pendek berulang-ulang = Power supply rusak, card monitor/RAM tidak terpasang

Beep 1x panjang, 1x pendek = Masalah Motherboard

Beep 1x panjang, 2x pendek = Masalah bagian VGA Card (mono)

Beep 1x panjang, 3x pendek = Masalah bagian VGA Ccard (EGA)

Beep 3x panjang = Keyboard error

Beep 1x = Blank monitor VGA card sirkuit

alva resha on May 17, 2015 at 4:11 PM said...

NAMA : ALVARESHA HARDIAN SAPUTRI
NO :02
KELAS : X TKJ 4
jawaban no 8 :
Bunyi Beep Pada AMI BIOS

Bunyi Beep

Indikasi
Beep 1x

RAM (memory) rusak atau tidak terpasang dengan benar
Beep 2x

RAM bermasalah (Memory Parity Error in first 64KB block)
Beep 3x

RAM bermasalah (Memory Read/Write Error in first 64KB block)
Beep 4x

Motherboard bermasalah. Motherboard timer tidak berfungsi dan kemungkinan perlu diganti
Beep 5x

Processor bermasalah. Perlu diganti
Beep 6x

Biasanya menunjukkan keyboard yang rusak, atau tidak terpasang dengan benar
Beep 7x

Processor bermasalah (Processor Exception Interrupt Error), perlu diganti
Beep 8x

Graphic card (VGA) rusak atau tidak terpasang dengan benar pada slot
Beep 9x

BIOS/Motherboard bermasalah (ROM checksum Error ). Perlu mengganti chipset BIOS atau motherboard
Beep 10x

Motherboard bermasalah (CMOS shutdown Read/Write error). Kemungkinan perlu penggantian motherboard
Beep 11x

Checksum-Error. Periksalah baterai CMOS pada motherboard. Biasanya kalau baterai tidak terpasang dengan benar, seringkali dayanya sudah habis. Solusinya belikan baterai CMOS yang baru
1 Beep Panjang 3 Beep Pendek

Conventional/Extended memori rusak
1 beep Panjang 8 Beep Pendek

Tes tampilan gambar gagal

alva resha on May 17, 2015 at 4:16 PM said...

NAMA : ALVARESHA HARDIAN SAPUTRI
NO. : 02
KELAS : X TKJ 4
JAWABAN NO 8 :


Bunyi Beep Pada AMI BIOS

Bunyi Beep

Indikasi
Beep 1x

RAM (memory) rusak atau tidak terpasang dengan benar
Beep 2x

RAM bermasalah (Memory Parity Error in first 64KB block)
Beep 3x

RAM bermasalah (Memory Read/Write Error in first 64KB block)
Beep 4x

Motherboard bermasalah. Motherboard timer tidak berfungsi dan kemungkinan perlu diganti
Beep 5x

Processor bermasalah. Perlu diganti
Beep 6x

Biasanya menunjukkan keyboard yang rusak, atau tidak terpasang dengan benar
Beep 7x

Processor bermasalah (Processor Exception Interrupt Error), perlu diganti
Beep 8x

Graphic card (VGA) rusak atau tidak terpasang dengan benar pada slot
Beep 9x

BIOS/Motherboard bermasalah (ROM checksum Error ). Perlu mengganti chipset BIOS atau motherboard
Beep 10x

Motherboard bermasalah (CMOS shutdown Read/Write error). Kemungkinan perlu penggantian motherboard
Beep 11x

Checksum-Error. Periksalah baterai CMOS pada motherboard. Biasanya kalau baterai tidak terpasang dengan benar, seringkali dayanya sudah habis. Solusinya belikan baterai CMOS yang baru
1 Beep Panjang 3 Beep Pendek

Conventional/Extended memori rusak
1 beep Panjang 8 Beep Pendek

Tes tampilan gambar gagal

alva resha on May 17, 2015 at 4:19 PM said...

NAMA : VENNIA EKA WIDIARSI
NO : 28
KELAS : X TKJ 4
JAWABAN NO 10 :

Bunyi Beep Pada Award BIOS

Bunyi Beep

Indikasi
Beep 1x panjang terus menerus

RAM rusak, atau tidak terpasang dengan benar
Beep 1x panjang, 1x pendek

Ada masalah dengan RAM atau Motherboard
Beep 1x panjang, 2x pendek

Graphic card rusak atau tidak terpasang dengan benar
Beep 1x panjang, 3x pendek

Keyboard rusak atau tidak terpasang dengan benar
Beep 1x panjang, 9x pendek

Ada masalah dengan Bios / Bios rusak. Terus terang untuk kasus ini solusinya susah. Karena kita harus membelikan chipset BIOS baru yang spesifikasinya sama, dan itu sulit didapat. Beruntunglah jika Anda bisa mendapatkan chipset bekas kanibal
Beep pendek tak terputus

Ada masalah dengan tegangan dari power supply unit (PSU). Jika komputer Anda mengalami masalah seperti ini, segera matikan komputer dan jangan mencoba menyalakan kembali karena beresiko kerusakan fisik (terbakarnya) komponen motherboard. Solusinya, belikan PSU yang baru
Beep 2x pendek

Non-Fatal Error. Periksa posisi RAM dan kondisi komponen yang lain.

alva resha on May 17, 2015 at 4:22 PM said...
This comment has been removed by the author.
Anisa ayu Lestari84 on May 17, 2015 at 5:11 PM said...

Nama: ANISA AYU LESTARI
No:05
Kelas:X TKJ 4
:JAWABAN NOMER 7:
Masalah Yang Sering Terjadi Pada Harddisk. Masalah adtau kerusakan yang sering terjadi pada harddisk ini disebabkan oleh banyak hal baik dari human error atau hardware yang error. Berikut ini ada beberapa masalah yang sering terjadi pada harddisk :

1. Hard disk yang terformat
Apabila hard disk terformat maka data-data kita hilang, lalu bagaimana mengembalikan data yang hilang itu?

Solusi :
Lepaskanlah hard disk dan tancapkan pada komputer lain yang masih bisa untuk direcovery.
Gunakan software Get Data Back.
Jika gagal gunakan saja Stellar Phoenix FAT & NTFS.

Hasilnya, folder-folder yang semula hilang itu tampil secara terstruktur pada sebuah kotak dialog.
Tunggu saja hasil scan, dan semua pasti akan muncul data anda disitu, Selanjutnya adalah mengcopy hasil scanning. Jika data anda sangat banyak, disarankan menyimpannya per 1 GB, karena jika anda simpan sekaligus dikhawatirkan di tengah backup, aplikasi anda hang.

Akhirnya hampir semua data penting kembali, meskipun ada beberapa data dalam kompresi rar yang corrupt dan tidak bisa dibaca. Mengembalikan data yang sangat banyak itu tidak kurang membutuhkan waktu 8 jam.

2. Data di hard disk terkena virus
Partisi Hard Disk Drive. Sebelum semua langkah penyelamatan dilakukan, ada baiknya HDD dipartisi menjadi minimal dua bagian, partisi pertama untuk dan hanya operating sistem seserta program, partisi kedua adalah hanya untuk data.

Anisa ayu Lestari84 on May 17, 2015 at 5:15 PM said...

NAMA: AURELSA PUSPITASARI
N0:05
KELAS:X TKJ 4
JAWAB NOMER 8

Bunyi Beep Pada AMI BIOS

Bunyi Beep

Indikasi
Beep 1x

RAM (memory) rusak atau tidak terpasang dengan benar
Beep 2x

RAM bermasalah (Memory Parity Error in first 64KB block)
Beep 3x

RAM bermasalah (Memory Read/Write Error in first 64KB block)
Beep 4x

Motherboard bermasalah. Motherboard timer tidak berfungsi dan kemungkinan perlu diganti
Beep 5x

Processor bermasalah. Perlu diganti
Beep 6x

Biasanya menunjukkan keyboard yang rusak, atau tidak terpasang dengan benar
Beep 7x

Processor bermasalah (Processor Exception Interrupt Error), perlu diganti
Beep 8x

Graphic card (VGA) rusak atau tidak terpasang dengan benar pada slot
Beep 9x

BIOS/Motherboard bermasalah (ROM checksum Error ). Perlu mengganti chipset BIOS atau motherboard
Beep 10x

Motherboard bermasalah (CMOS shutdown Read/Write error). Kemungkinan perlu penggantian motherboard
Beep 11x

Checksum-Error. Periksalah baterai CMOS pada motherboard. Biasanya kalau baterai tidak terpasang dengan benar, seringkali dayanya sudah habis. Solusinya belikan baterai CMOS yang baru
1 Beep Panjang 3 Beep Pendek

Conventional/Extended memori rusak
1 beep Panjang 8 Beep Pendek

Tes tampilan gambar gagal

boby nova on May 17, 2015 at 7:46 PM said...
This comment has been removed by the author.
boby nova on May 17, 2015 at 7:52 PM said...

Nama : Boby Nova Gumelar
No : 9
Kelas : X TKJ 1

SOAL NO 3
3.Apa saja yang biasanya di identifikasi dalam POST !

Jawab :
Yang biasanya di identifikasi dalam POST adalah seluruh perangkat keras komputer seperti
-Harddisk
-Ram
-Rom
-Processor
-VGA,DLL
Dan juga seluruh perangkat lunak komputer..

boby nova on May 17, 2015 at 8:05 PM said...

Nama : Ipung Setyo U
No :18
Kelas :X TKJ 1

Jawaban No 5
Soal : 5.Apa yang harus kamu lakukan jika terjadi kesalahan pada Prosessor ?
Jawab :

1. dimana pada saat Anda menghidupkan komputer kemudian komputer tersebut mengeksekusi POST (Power On Self Test), yang merupakan bagian dari komputer tersebut. Jika hal tersebut dideteksi sebagai suatu kesalahan, maka pesan kesalah tersebut akan muncul. Dan sebagian besar dari pesan kesalahan tersebut tidak akan muncul untuk suatu kesalahan tertentu, misalnya untuk pesan kesalahan yang terjadi pada prosesornya.
2. Bila sebuah pesan kesalahan “107 NMI Test Failed” memberitahukan bahwa NMI (Non Maskable Interupt) tidak berfungsi atau berjalan. Dan pesan tersebut mungkin tidak akan ditampilkan jika komputer direstart. Dan bila pesan tersebut terus muncul, mungkin saja ada kesalahan dengan CPU. Rata-rata komputer yang diproduksi oleh IBM mempunyai satu pesan kesalahan khusus (115-system board CPU error) bila terjadi kerusakan pada CPU.
3. Bila terjadi pesan kesalahan “ internal Cache Is Disabled” mengindikasikan satu masalah dengan cache yang terdapat didalam motherboard, atau chache yang terdapat di dalam prosesor (dari Intel 486 sampai kelas pentium) rebootlah komputer tersebut mungkin akan dapat menghilangkan masalah tersebut. Bila masalah tersebut masih saja ada, gunakanlah sebuah program diagnostic, seperti Norton Utility Diagnostic, yang dapat mengecek masalah atau kesalahan yang terdapat pada CPU ataupun Motherboard.
4. Bila Anda dapat mengamati kode beep yang dikirim oleh BIOS akan lebih baik. Karena untuk semua jenis BIOS yang ada di pasaran, akan selalu mendeteksi seluruh perangkat komputer, dan bila terjadi satu kesalahan pada komputer tersebut, maka BIOS akan mengirimkan satu kode beep. BIOS juga akan membedakan kode beep sesuai dengan kesalahan yang dapat dideteksinya. Untuk setiap jenis BIOS mempunyai perbedaan dalam memberikan kode beep tersebut. Bila anda mempunyai komputer yang menggunakan BIOS dari American MEGATRENS (AMI), dan terdengar lima bunyi beep secara berturut-turut, itu merupakan tanda bahwa terjadi kesalahan pada mikro prosesornya (mikroprosesor failure).

arian jupez on May 18, 2015 at 3:55 PM said...

NAMA:LUKE ARIAN
NO :21
KLS :X TKJ 1
JWBN NO 6
• . Permasalahan: Ketika komputer di hidupkan, namun layar tidak ada tampilan, sedangkan Komputer dalam kondisi baik-baik saja. Solusinya :Buka casing dan silahkan lihat bagian VGA. Anda cek dan kencangkan VGA dan coba hidupkan kembali komputer anda. 6. Permasalahan: Jika komputer dihidupkan, namun tampilan gambar di monitor kelihatan pecah-pecah. Solusinya : Buka casing pada komputer, dan periksa VGA karena mungkin saja terjadi kerusakan. Coba Gantilah dengan VGA yang lain. Jika dengan VGA yang lain tampilan layar di monitor bagus. Bisa di pastikan bahwa VGA milik anda tadi mati.
• .Permasalahan: Monitor tidak dapat menampilkan gambar apa pun. Solusi : Pastikan VGA Card sudah terpasang dengan benar. - Apabila pemasangan VGA card sudah benar, akan tetapi monitor tetap tidak memampilkan gambar, berarti ada dua opsi yaitu. 1. VGA cardnya yang rusak. 2. VGA yang rusak. - Apabila sesaat setelah pemasangan VGA card terdengar bunyi "Beep", berarti di dalam komputer tersebut terdapat dua buah VGA yang salah satunya adalah built in atau on-board. Jika ini terjadi, masuk ke dalam (Bios Setup). Kemudian, nonaktifkan (disable) fungsi VGA built-in / on-board pada motherboard.
• . Permasalahan: Gambar cuma berfungsi pada DOS, akan tetapi tidak berfungsi setelah masuk ke dalam windows. Solusi : a. Hal ini mungkin disebabkan driver VGA card yang tidak kompatible, atau rusak (crash) pada waktu melakukan instalasi driver. Lakukan instalasi ulang driver VGA card. Kemudian restart komputer. b. Apabila VGA card di overclock, kemungkinan yang sering terjadi adalah pengaturan kecepatan yang terlalu tinggi. Restart komputer, tekan (F8) untuk masuk ke dalam menu (Safe Mode). Reset VGA card agar kembali pada kecepatan (Default).

arian jupez on May 18, 2015 at 4:13 PM said...

NAMA : AGUNG F
NO : 01
KELAS : X TKJ 1
1.Sebut dan jelaskan tiga jenis diagnosa komputer!

1) POST yaitu test yang dilakukan oleh pc untuk mengecek fungsi-fungsi komputer pendukung pc apakah bekerja dengan baik.
2) Diagnosa Umum adalah diagnosa yang meliputi konfigurasi sistem perubahan konfiguran sistem dan format disk.
3) Diagnosa Mencari dan Memecahkan Kerusakan adalah dimana komputer akan mencari kesalahan pada bagiannya dan komputer akan memberikan perintah/berupa kode bunyi beep.contoh tidak ada beep :power suply rusak,card monitor RAM tidak terpasang

Anisa ayu Lestari84 on May 20, 2015 at 6:06 PM said...
This comment has been removed by the author.
Anisa ayu Lestari84 on May 20, 2015 at 6:27 PM said...

NAMA : ISTIQOMAH
NO :16
KELAS : X TKJ 4
jawaban no 8 :
Bunyi Beep Pada AMI BIOS

Bunyi Beep

Indikasi
Beep 1x

RAM (memory) rusak atau tidak terpasang dengan benar
Beep 2x

RAM bermasalah (Memory Parity Error in first 64KB block)
Beep 3x

RAM bermasalah (Memory Read/Write Error in first 64KB block)
Beep 4x

Motherboard bermasalah. Motherboard timer tidak berfungsi dan kemungkinan perlu diganti
Beep 5x

Processor bermasalah. Perlu diganti
Beep 6x

Biasanya menunjukkan keyboard yang rusak, atau tidak terpasang dengan benar
Beep 7x

Processor bermasalah (Processor Exception Interrupt Error), perlu diganti
Beep 8x

Graphic card (VGA) rusak atau tidak terpasang dengan benar pada slot
Beep 9x

BIOS/Motherboard bermasalah (ROM checksum Error ). Perlu mengganti chipset BIOS atau motherboard
Beep 10x

Motherboard bermasalah (CMOS shutdown Read/Write error). Kemungkinan perlu penggantian motherboard
Beep 11x

Checksum-Error. Periksalah baterai CMOS pada motherboard. Biasanya kalau baterai tidak terpasang dengan benar, seringkali dayanya sudah habis. Solusinya belikan baterai CMOS yang baru
1 Beep Panjang 3 Beep Pendek

Conventional/Extended memori rusak
1 beep Panjang 8 Beep Pendek

Tes tampilan gambar gagal

fauziyah ulfa on May 21, 2015 at 4:31 PM said...

NAMA=EKA FARISK AFRIANA
KELAS=X TKJ 1
NOMOR=15
JAWABAN NOMOR=4

Pesan Kesalahan Selama POST

a) Test 1 (Basic System Error), sistem terhenti dengan tanpa
tampilan dan suara beep, walaupun kursor mungkin nampak.
b) Test 2 (Extended System Error), satu suara beep panjang diikuti
dengan satu suara beep pendek, dan eksekusi POST terhenti.
c) Test 3 (Display Error), satu suara beep panjang diikuti dengan

dua suara beep pendek, dan POST melanjutkan dengan test
berikutnya.
d) Test 4 (Memory Error), ada tampilan angka yang menunjukkan
kode kesalahan.
e) Test 5 (Keyboard Error), ada tampilan angka yang menunjukkan
kode kesalahan.
f) Test 6 (Drive Error), ada tampilan angka 601, 1780, atau 1781
yang menunjukkan kode kesalahan.

Kode Suara


Kemungkinan daerah kerusakan

Tanpa beep


Power Supply

Beep terus menerus


Power Supply

Beep pendek berulang-ulang


Power Supply

1 beep panjang dan 1 beep pendek


Motherboard

1 beep panjang dan 2 beep pendek


Video adapter Card

1 beep pendek dan tidak ada tampilan


Kabel monitor dan atau tampilan

1 beep pendek dan tidak mau boot


Kabel disk, adapter disk atau disk

Tabel 2. Kode Beep pada BIOS AMI

Beep Code


Descriptions

1 short


DRAM refresh failure

2 short


Parity circuit failure

3 short


Base 64K RAM failure

4 short


System timer failure

5 short


Process failure

6 short


Keyboard controller Gate A20 error

7 short


Virtual mode exception error

8 short


Display memory Read/Write test failure

9 short


ROM BIOS checksum failure

10 short


CMOS shutdown Read/Write error

11 short


Cache Memory error

1 long, 3 short


Conventional/Extended memory failure

1 long, 8 short


Display/Retrace test failed

Tabel 3. Award BIOS Beep Codes

Beep Code


Description

1 long, 2 short


Indicates a video error has occurred and the BIOS cannot initialize the video screen to display any additional information

Any other beep(s)


RAM problem.

Tabel 4. IBM BIOS

Beep Code


Description

No Beeps


No Power, Loose Card, or Short.

1 Short Beep


Normal POST, computer is ok.

2 Short Beep


POST error, review screen for error code.

Continuous Beep


No Power, Loose Card, or Short.

Repeating Short Beep


No Power, Loose Card, or Short.

One Long and one Short Beep


Motherboard issue.

One Long and Two short Beeps


Video (Mono/CGA Display Circuitry) issue.

One Long and Three Short Beeps.


Video (EGA) Display Circuitry.

Three Long Beeps


Keyboard / Keyboard card error.

One Beep, Blank or Incorrect Display


Video Display Circuitry.

Tabel 5. Kode Pesan Kesalahan

Kode


Uraian

1xx


Kerusakan sistem board

101


Kerusakan sistem board pada interrupt

102


Kerusakan sistem board pada timer

2xx


Kerusakan memory RAM

201


Tes RAM rusak

3xx


Kerusakan keyboard

301


Keyboard tidak terespon

6xx


Kerusakan POST floppy drive atau adapter

601


Kerusakan floppy drive

17xx


Kerusakan hard disk

1701


Kerusakan POST pada unit hard disk

18xx


Kerusakan Unit I/O ekspansi

1801


Kerusakan POST pada Unit I/O ekspansi

fauziyah ulfa on May 21, 2015 at 6:54 PM said...

Nama : Hidayati Fatimah
Kelas : X TKJ 1
No. Abs : 17

Jawaban soal nomer 5

1. dimana pada saat Anda menghidupkan komputer kemudian komputer tersebut mengeksekusi POST (Power On Self Test), yang merupakan bagian dari komputer tersebut. Jika hal tersebut dideteksi sebagai suatu kesalahan, maka pesan kesalah tersebut akan muncul. Dan sebagian besar dari pesan kesalahan tersebut tidak akan muncul untuk suatu kesalahan tertentu, misalnya untuk pesan kesalahan yang terjadi pada prosesornya.
2. Bila sebuah pesan kesalahan “107 NMI Test Failed” memberitahukan bahwa NMI (Non Maskable Interupt) tidak berfungsi atau berjalan. Dan pesan tersebut mungkin tidak akan ditampilkan jika komputer direstart. Dan bila pesan tersebut terus muncul, mungkin saja ada kesalahan dengan CPU. Rata-rata komputer yang diproduksi oleh IBM mempunyai satu pesan kesalahan khusus (115-system board CPU error) bila terjadi kerusakan pada CPU.
3. Bila terjadi pesan kesalahan “ internal Cache Is Disabled” mengindikasikan satu masalah dengan cache yang terdapat didalam motherboard, atau chache yang terdapat di dalam prosesor (dari Intel 486 sampai kelas pentium) rebootlah komputer tersebut mungkin akan dapat menghilangkan masalah tersebut. Bila masalah tersebut masih saja ada, gunakanlah sebuah program diagnostic, seperti Norton Utility Diagnostic, yang dapat mengecek masalah atau kesalahan yang terdapat pada CPU ataupun Motherboard.
4. Bila Anda dapat mengamati kode beep yang dikirim oleh BIOS akan lebih baik. Karena untuk semua jenis BIOS yang ada di pasaran, akan selalu mendeteksi seluruh perangkat komputer, dan bila terjadi satu kesalahan pada komputer tersebut, maka BIOS akan mengirimkan satu kode beep. BIOS juga akan membedakan kode beep sesuai dengan kesalahan yang dapat dideteksinya. Untuk setiap jenis BIOS mempunyai perbedaan dalam memberikan kode beep tersebut. Bila anda mempunyai komputer yang menggunakan BIOS dari American MEGATRENS (AMI), dan terdengar lima bunyi beep secara berturut-turut, itu merupakan tanda bahwa terjadi kesalahan pada mikro prosesornya (mikroprosesor failure).
5. Matikanlah komputer anda, putuskan kabel yang terhubung dari sumber listrik, angkatlah CPU dan chip memory dari soketnya, bersihkan lubang soket tersebut, kemudian masukkan CPU dan chip memory kembali. Bila hal tersebut tidak berhasil mengatasi permasalahan tersebut, dapat dipastikan bahwa CPU anda rusak. Dan bila anda mendengarkan bunyi beep sebanyak tujuh kali berturut-turut, itu merupakan kode kesalahan Prosesor Exception Interrupt atau kesalahan Virtual Mode Exception. Lakukan langkah seperti diatas dengan mereseating CPU atau chip memory (SIMMs).
6. Untuk komputer yang menggunakan BIOS dari Phoenix, kode beep tersebut tersusun seperti kode morse. Untuk pesan atau kode kesalahan yang terjadi pada CPU, maka BIOS akan mengirimkan kode beep 1-1-3-3 (dua kali beep agak panjang dan enam kali pendek), bila pesan kesalahan tersebut tidak dapat mengidentifikasikan masalah tersebut dan anda yakin (setelah mengecek semua komponen di dalam komputer) bahwa terjadi kesalahan pada CPU atau soketnya. Carilah sebuah komputer yang sama dengan komputerr anda, pasanglah CPU tersebut, dan bila masalah tersebut tetap sama, berarti anda harus membeli sebuah CPU yang baru.
7. Pada saat anda kembali melacak kesalahan yang terjadi pad microprosesor. Dan mungkin saja kesalahan itu terdapat pada soket CPU. Bila komputer anda menggunakan jenis Motherboard yang menggunakan soket ZIF (Zero Insertion Force), angkatlah CPU anda, kemudian tekan kebawah soket tersebut sampai berbunyi klik.
8. Terjadinya kegagalan atau kesalahan pada SIMM mungkin mempunyai gejala yang sama pada CPU. Angkatlah SIMM dari soketnya pada motherboard. Dan bila memang terjadi kesalahan pada CPU, solusi terbaik adalah segeralah mengganti CPU tersebut, sebelum kerusakan tersebut menjalar.

julio firmansyah on May 22, 2015 at 12:30 AM said...

NAMA :Rizki julio firmansyah
NO : 26
KELAS : X TKJ 1

JAWABAN NO 7

1.-Gejala :
Pada saat CPU dinyalakan kemudian melakukan proses Post setelah itu proses tidak berlanjut dan diam beberapa saat tidak langsung masuk ke operating system, dan kemudian di layar monitor ada pesan "harddisk error, harddisk Failur, setelah itu muncul pesan "press F1 to continou" setelah kita menekan tombol F1 tidak masuk Operating system dan muncul pesan "Operating system not found".

Cara mengatasi masalah :
Periksa kabel tegangan dan kabel data yang masuk ke harddisk apakah longgar, sebaiknya dikencangkan, kemudian nyalakan dan coba anda dengarkan apakah suara yang keluar dari harddisk normal, jika tidak normal berati harddisk rusak di controllernya.

2.-Gejala :
Pada saat CPU dinyalakan kemudian melakukan proses Post setelah itu muncul pesan "Operating system not found".

Cara mengatasi masalah:
Ada kemungkinan Operating system rusak, bisa diatasi dengan install ualng atau jika OS anda menggunakan windows 2000/XP ada Fasilitas Repairnya. atau ada kemungkinan juga harddisk anda tidak terdeteksi dan lakukan langkah diatas


4.-Gejala :
Harddisk Failure
Setelah melakukan Power on Self Test, Bios melaporkan pesan kesalahan "Harddisk failure". setelah itu proses booting komputer berhenti dan gagal menghidupkan sistem.

CAra mengatasi masalah:
1. Check pada setup BIOS apakah masih dapat mendeteksi harddisk pada beberapa matherboard, setup BIOS dapat di tampilkan dengan menekan tombol DEL pada saat booting. Setelah BIOS muncul, pilih opsi Auto Detect Disk Drive jika ada. jika tidak ada, check di konfigurasi utama. pasti ada prosedur untuk mengenali harddisk.
2. Tetapi jika ternyata harddisk tidak dikenali, check terlebih dahulu sambungan-sambungan kabel harddisk yang ada dalam casing. mungkin ada yang longgar atau tidak menancap dengan benar pada konektornya. jika sambungan sudah benar tetapi ternyata harddisk masih tidak terdeteksi, nampaknya anda harus segera berkonsultasi dengan teknisi yang ahli di bidang tersebut. ada kemungkinan harddisk anda memang rusak.
3. Jika harddisk masih terdeteksi, anda boleh sedikit bernafas lega karena berarti fisik harddisk anda masih dikenali komputer. bearti kemungkinan yang rusak adalah partisi atau format harddisk.

Selain langkah di atas, untuk menghindari kerusakan pada harddisk,perlu melakukan metode perawatan secara kontinue,yaitu:
1.Installlah sebuah antivirus untuk berjaga jaga apabila nantinya ada virus yang menyerang dan merusak data anda.
2.Usahakan untuk selalu melakukan backup data yang
penting.
3.Gunakan scandisk untuk mengecek apakah ada batsector didalam harddisk.
4.selalu lakukan Defragment 2 minggu sekali agar data data didalam harddisk selalu tersusun rapi.
5.Gunakan Software pihak ketiga untuk membersihkan junk file,duplikat file,dan recycle byn..anda bisa menggunakan System Cleaner
6.ventilasi yang cukup..jangan meletakkan CPU ditempat yang terlalu sesak atau sempit..

Anisa ayu Lestari84 on May 22, 2015 at 8:07 AM said...

NAMA:DIYANA HASTUTI
NO ABS:10
KELAS:X TKJ 4
JAWABAN NOMER 8

Bunyi Beep Pada AMI BIOS

Bunyi Beep

Indikasi
Beep 1x

RAM (memory) rusak atau tidak terpasang dengan benar
Beep 2x

RAM bermasalah (Memory Parity Error in first 64KB block)
Beep 3x

RAM bermasalah (Memory Read/Write Error in first 64KB block)
Beep 4x

Motherboard bermasalah. Motherboard timer tidak berfungsi dan kemungkinan perlu diganti
Beep 5x

Processor bermasalah. Perlu diganti
Beep 6x

Biasanya menunjukkan keyboard yang rusak, atau tidak terpasang dengan benar
Beep 7x

Processor bermasalah (Processor Exception Interrupt Error), perlu diganti
Beep 8x

Graphic card (VGA) rusak atau tidak terpasang dengan benar pada slot
Beep 9x

BIOS/Motherboard bermasalah (ROM checksum Error ). Perlu mengganti chipset BIOS atau motherboard
Beep 10x

Motherboard bermasalah (CMOS shutdown Read/Write error). Kemungkinan perlu penggantian motherboard
Beep 11x

Checksum-Error. Periksalah baterai CMOS pada motherboard. Biasanya kalau baterai tidak terpasang dengan benar, seringkali dayanya sudah habis. Solusinya belikan baterai CMOS yang baru
1 Beep Panjang 3 Beep Pendek

Conventional/Extended memori rusak
1 beep Panjang 8 Beep Pendek

Tes tampilan gambar gagal

Anop Argoherbudi on May 22, 2015 at 12:18 PM said...

NAMA : AZIIZ SEPTIANTO
NO : 07
KELAS : X TKJ 1


JAWABAN SOAL NO 2

POST atau Power On Self Test adalah serangkaian proses test yang dilakukan oleh komputer pada saat booting atau komputer pertama kali dihidupkan untuk mengetahui kondisi komponen perangkat keras komputer dan komponen pendukungnya.

Langkah Langkah POST :
1. Tes CPU: interupsi ditutup, pengetesan flag internal, dan pengetesan register internal

2. Test checksum ROM BIOS: pengetesan checksum ROM BIOS. Hasil checksum LSB harus nol.

3. Tes Timer 1: Timer 1 8253 diprogram pada operasi mode 2, pengecekan pada akses dasar pencacah, pengecekan pada pencacah.

4. Tes DMAC: pengetesan pada semua saluran register alamat dan register pencacah DMA, inisialisasi saluran 0 DMA, inisialisasi timer 1, memulai siklus memori refresh.

5. Tes 16 KB DRAM: pengetesan pada 5 pattern yang berbeda AAH, 55H, FFH, 01H, 00H tulis dan baca kembali.

6. Inisialisasi Interrupt controller: control word dikirim untuk inisialisasi mode interrupsi, pengesetan vector interupsi di memori.

7. Tes Interrupt controller: seting dan pengesetan ulang register interupsi, menempat-kan stack-stack kesalahan interupsi.

Anop Argoherbudi on May 22, 2015 at 12:23 PM said...

Nama : Bayu Triyatmoko
No :08
KlLS :x tkj 1

2.POST atau Power On Self Test adalah serangkaian proses test yang dilakukan oleh komputer pada saat booting atau komputer pertama kali dihidupkan untuk mengetahui kondisi komponen perangkat keras komputer dan komponen pendukungnya. Dengan adanya proses POST memunginkan pengguna komputer dapat mengidentifikasi, menganalisis, mengisolasi menentukan letak kesalahan atau permasalahan pada komputer sehingga dapat menentukan langkah perbaikan yang paling tepat.

Dengan adanya proses ini sangat membantu user untuk menganalisis permasalahan pada komputer, dan jika terjadi permasalahan pada komputer tersebut maka komputer akan menampilkan tanda atau kode kesalahan. Kode-kode tersebut berupa:
1. Kode Suara beep
2. Kode angka yang ditampilkan pada layar monitor
3. kode pesan singkat
Langkah-langkah POST:
1.a.Test Power Supply ditandai dengan lampu power hidup dan kipas pendingin power supply berputar.
b.Secara otomatis dilakukan reset terhadap kerja CPU oleh sinyal power good yang dihasilkan oleh power supply jika dalam kondisi
baik pada saat dihidupkan, kemudian CPU mulai melaksanakan instruksi awal pada ROM BIOS dan selanjutnya.
c.Pengecekkan terhadap BIOS dan isinya. BIOS harus dapat dibaca. Instruksi awal ROM BIOS adalah jump (lompat) ke alamat programPOST.
d.Pengecekkan terhadap CMOS, CMOS harus dapat bekerja dengan baik. Program POST diawali dengan membaca data setup (seting
hardware awal) pada RAM CMOS setup, sebagai data acuan untuk pengecekan.
e. Melakukan pengecekkan CPU, timer (pewaktuan), kendali memori akses langsung, memory bus dan memory module.
f...Memori sebesar 16 KB harus tersedia dan dapat dibaca/ditulis untuk keperluan ROM BIOS dan menyimpan kode POST.
g. Pengecekkan I/O controller dan bus controller. Controller tersebut harus dapat bekerja untuk mengontrol proses read/write data.
2.tes tampilan gambar gagal
Penyebab: a.pemasangan VGA card kurang baik

dedhi romanisti on May 23, 2015 at 10:37 AM said...

nama:diki prasetyo
nomer:13
kelass:X TKJ 1
NO SOAAL:4

POST (Power On Self Test) yaitu tes yang dilakukan oleh PC untuk mengecek pungsi-pungsi komponen pendukung PC apakah bekerja dengan baik atau tidak. POST dilakukan oleh PC pada proses Booting/Proses penghidupan Komputer.
Jika PC mengalami suatu masalah maka POST akan mendeteksi dengan cara memberikan Tiga peringatan/pesan:
1. Bunyi Speaker (Beep)
2. Tampilan visual di Monitor
3. Bisa terjadi dua-duanya

Prosedur POST (Power On Self Test):
1. Test 1 (Basic Syistem): cek Power Supplay, Micro Processor Unit (MPU), dan Memmory ROM.
2. Test 2 (Extembeb Syistem): cek Syistem Timer.
3. Test 3 (Dispply): Cek sinyal pengendali Video/VGA
4. Test 4 (Memmory): Cek Lokasi Memori diatas 16 Kb
5. Test 5 (Keyboard)
6. Test 6 (Drive) Cek Adapter Card dan Peripheral, Disk Drive dan Harddisk.

Pesan atau Peringatan Kesalahan POST
Sesuai dengan urutan POST (Power On Self Test) yang dilakukan olh BIOS (Basic Input Output System) maka gejala-gejala permasalahan yang muncul adalah Sebagai berikut:
1. Gejala, ( CPU dan Monitor mati tidak ada Beep ). Diagnosa Pesan Kesalahan, ( Intalasi pisik ke tegangan listrik PC 110/220 Volt, Power Supplay mengalami masalah/rusak ).
2. Gejala, ( CPU hidup Monitor mati tidak ada Beep ). Diagnosa Pesan Kesalahan, ( Intalasi kabel data dari VGA ke Monitor, Monitor mengalami masalah/rusak ).
3. Gejala, ( CPU hidup Monitor mati ada Beep ). Diagnosa Pesan Kesalahan, ( Disesuaikan dengan Bunyi Beep ).

Kode Beep pada AWARD BIOS
1. Gejala, ( 1 Beep Pendek ). Diagnosa Pesan Kesalahan, ( PC dalam keadaan baik ).
2. Gejala, ( 1 Beep Panjang ). Diagnosa Pesan Kesalahan, ( Permasalahan pada Memmory ).
3. Gejala, ( 1 Beep Panjang 2 Beep Pendek ). Diagnosa Pesan Kesalahan, ( Kerusakan pada D-RAM Marity ).
4. Gejala, ( 1 Beep Panjang 3 Beep Pendek ). Diagnosa Pesan Kesalahan, ( Kerusakan dibagian VGA ).
5. Gejala, ( Beep terus menerus ). Diagnosa Pesan Kesalahan, ( di modul Memmory atau memmory Video ).

Kode Beep pada IBM BIOS
1. Gejala, ( Tidak ada Beep ). Diagnosa Pesan Kesalahan, ( Power Supplay Rusak, RAM tidak terpasang ).
2. Gejala, ( 1 Beep Pendek ). Diagnosa Pesan Kesalahan, ( POST dalam kedaan baik dan PC dalam keaadaan baik ).
3. Gejala, ( Beep terus menerus ). Diagnosa Pesan Kesalahan, ( Power Supplay rusak, RAM tidak terpasang ).
4. Gejala, ( 1 Beep panjang 2 Beep Pendek ). Diagnosa Pesan Kesalahan, ( Masalah pada VGA Card ).
5. Gejala, ( 1 Beep panjang 1 Beep pendek ). Diagnosa Pesan Kesalahan, ( Maslah pada Motherboard ).
6. Gejala, ( 3 Beep panjang ). Diagnosa Pesan Kesalahan, ( Keyboard Elor ).
7. Gejala, ( 1 Beep Monitor Blank ). Diagnosa Pesan Kesalahan, ( VGA Card elor ).

Dhea Amelia on May 23, 2015 at 1:56 PM said...

Nama : Ganis nungki wardani
No : 16
Kelas :x TKJ 1

Jawaban no 4:
1. The blue screen of death
2. 404 file not ground
3. Said mas
4. Does no compute
5. The read ting of death
6. Windows must restart because the cemote prosedur call
7. Kernel panic

Anisa Risqi on May 24, 2015 at 9:48 AM said...

nama :anisa rizqi dewantari
no :02
kelas :X TKJ 1
jawaban no 1

1.POST(Power On Self Test)
2.Diagnosa umum (routine)
3.Diagnosa mencari dan memecahkan kerusakan
POST yaitu test yang dilakukan oleh pc untuk mengecek fungsi-fungsi komputer pendukung pc apakah bekerja dengan baik.
> Diagnosa Umum adalah diagnosa yang meliputi konfigurasi sistem perubahan konfiguran sistem dan format disk.
> Diagnosa Mencari dan Memecahkan Kerusakan adalah dimana komputer akan mencari kesalahan pada bagiannya dan komputer akan memberikan perintah/berupa kode bunyi beep.contoh tidak ada beep :power suply rusak,card monitor RAM tidak terpasang

Indra Jaya Kurniawan on July 28, 2016 at 3:35 PM said...

wow infonya menarik nih kak.. ooo iya kalau ingin punya web gratis yukk disini saja.. terimakasih

Post a Comment

 
© Selamat Datang di Evi Andri Blog | Design by Blog template in collaboration with Concert Tickets, and M symptoms | Edit by Blog MA
Powered by Blogger
SELAMAT DATANG DI BLOG EVIANDRIK | DAPATKAN BERBAGAI MACAM ARTIKEL ISLAMI DAN ARTIKEL MENARIK LAINNYA BLOG EVIANDRIK | TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA DI BLOG EVIANDRIK