Featured

0 INDAHNYA BALASAN AMAL SHALIH



Sudah menjadi kebiasaan Rasululloh saw dan para sahabatnya, untuk selalu mendatangi umat Islam yang tengah kematian anggota keluarga. Mereka akan mendoakan si mayit, menghalatkannya dan menghibur keluarga yag ditinggalkan dengan pesan yang mendorong kesabaran dan keihkhlasan.
Begitu pula ketika suatu hari ada seorang lelaki yang meninggaldunia,meskipun jaraknya cukupjauh, Rasulullah saw dan para sahabatnya datang bertakziah ke rumah keluarga almarhum. Sesampainya di rumah yang dimaksud, tampak keluarga si mayit begitu berduka. Namun, disamping berduka, mereka juga menampakkan kegundahan yang terlihat nyata di wajah mereka. Apalagi kemudian mereka secara khusus mendekati Rasululloh da meminta wakyu beliau menyampaikan hal yang merisaukan hati mereka.
Rasululloh menerima permintaan tersebut dengan terbuka dan mendengarkan mereka dengan penuh perhatian.
“Ada hal yang merisaukan hati kami sehubungan dengan meninggalnya kerabat kami ini, wahai Rasululloh,” salah seorang keluarga lelaki yang meninggal itu berbicara.
“ada apakah gerangan ?” tanya Rasululloh
“Sebelum meninggal, saudara kami ini mengatakan hal-hal yang sangat aneh terdengarnya di telinga kami, ya Rasululloh. Berulang-ulang dia berkata ;kalau saja lebih panjang, kalau saja seluruhnya, kalau saja yang baru....kalau saja lebih panjang, kalau saja seluruhnya , kalau saja yang baru....kata-kata itu tidak kami mengerti apa maksudnya dan tentu saja membuat kami gundah dan khawatir karenanya”
Rasululloh menenangkan mereka dan berkata,”Apakah kalian ingin mengetahui apa penyebab saudara kalian ini berkata demikian ?”
“Benar ya Rasululloh , kami sudah bertanya-tanya sejak tadi, dan kami sungguh tidak bisa memahaminya meskipun kami sudah memikirkannya. Kata-kata itu sungguh terdengar aneh di telinga kami, apalagi diucapkan saudara kami menjelang ajalnya, “kata keluarga si mayit lagi
Maka Rasululloh pun menjelaskan kepada semua.
“Ketahuilah, sebelum datangnya ajal, amalan-amalan manusia akan disingkapkan. Dan saudaramu ini melihat tiga kejadian yang berkaitan dengan amal dalam hidupnya.” Jelas Rasul memulai kata.
“Pada suatu hari , saudaramu ini berangkat menuju masjid untuk sholat shubuh berjamaah. Hari itu adalah hari yang terasa berat bagi kebanyakan manusia untuk meninggalkan rumah dan meninggalkan kehangatan selimut mereka. Cuaca tengah dingin menggigit dengan angin yang berhembus tajam menembus tulang. Nah, pahala ketegaran saudaramu untuk tetap memilih berangkat shalat subuh berjamaah ke masjid telah ditampakkan. Dia melihat betapa setiap langkah yang dijejakannya dari rumah menuju masjid, dilimpahi dengan pahala yang sangat besar sehingga ia berjuang, kalau saja lebih panjang, yang bermakna kalau saja jarak antara jalan itu denganmasjid itu lebih panjang lagi tentu lebih banyaklah pahala kebaikan yang bisa  si mayit takjub mendengar penjesan itu dan lebih seksama mendengar kelanjutan perkataan Rasululloh.
“Pada waktu yang lain, saudaramu ini tengah pergi pula di tengah cuaca yang cukup dingin dengan mengenakan dua mantel. Mantelnya yang baru dan mantelnya yang lama. Di tengah perjalanan seorang musafir yang miskin nampak menggigil kedinginan dan berharap agar saudaramu ini bersedia memberi salah satu mantelnya. Pada saat itu, saudaramu memberikan mantel lamanya kepada si miskin. Dan ketika dia melihat balasan pahala dari perilaku nya itu dia berkata kalau saja yang baru...sebab, kalau dia memberikan mantel yang baru yang disayanginya, itu tentu akan jauh lebih besar pahala yang akan didapatkannya.”
Makin takjublah keluarga si mayit mendengar penjelasan itu sehingga mereka pun menanti nanti penjelasan terakhir Rasululloh tentang kata-kata terakhir saudara mereka.
“Dan pada suatu hari, saudara kalian tengah berpuasa dan telah menyiapkan sepotong roti sebagai makanan yang akan di santapnya pada saat berbuka. Sebelum masa berbuka tiba, datang seorang lelaki miskin yang terlihat menggigil kelaparan dan berharap saudaramu memberikan sesuatu untuk dimakan. Saudaramu teringat pada roti yang di maksudkan untuk berbuka puasa itu dan membelahnya menjadi dua bagian. Separuh bagian diserahkannya pada si miskin yang meminta makanandan separoh bagian lagi dimakannya saat berbuka, nah, ketika saudara kalian diperlihatkan begitu besarnya pahala pahala pemberian atas separoh roti yang diberikannya pada orang miskin yang lapar itu, dia berkata kalau saja seluruhnya...sebab bila dia memberikan keseluruhan roti itu dan bukan haya separohnya, tentu akan semakin besarlah pahala akan didapat olehnya.
Mendengar penjelasan itu, legalah hati keluarga yang ditinggalkan si mayit. Mereka kini tahu bahwa saudara mereka buka menyatakan hal-hal yag aneh yang tidak karuan melainkan tengah mengingat amal-amal hidupnya disaat balasan amal-amal itu ditampakkan menjelang ajalnya.
Penjelasan Rasululloh saw tersebut juga sebagai petunjukbagi keluarga si mayit dan para sahabat yang datang bertakziah bahwa Alloh memberi balasan kebaikan begitu besar . jadi, setiap mukmin seharusnya tak ragu untuk melakukan kebaikan betapapun terasa berat dan segan bersedekah dengan harta terbaikyang dimilikitanpa menunda-nunda waktu sedikitpun, karena bila ajal telah tiba, semua penyesalan tak lagi ada gunanya.


Read more

0 PRIVASI



Hanya karena semua akun anda di internet memakai password untuk mengaksesnya , bukan berarti anda betul-betul berkuasa atas privasi anda.
Saat komunikasi via kabel telepon beralih ke telekomunikasi via internet, dan kala semua orang lain ingin jadi  selebritas-via youtube, my space, Friendster, dan tentu saja facebook serta situs jejaring social lainnya-diskusi soal privasi agaknya akan menghangat lagi.
Siapa sebelumnya telah menyangka bahwa orang lain (diantaranya pemerintah, badan intelijen, dan pemimpin organisasi) bias mengintip tiap detik apa pun yang seseorang lakukan selama online dan melihat apa saja yang tampil di monitornya ?
Kalau anda menggunakan internet kantor, tahukah anda bahwa bos anda bias melacak apa pun yang anda lakukan disana sini, apa saja yang anda ketikkan ke keyboard anda, situs apa yang anda kunjungi, chatting dan pesan instan yang anda lakukan, apa saja yang anda cari di Google, Yahoo , MSN (cari lowongan baru) dan apa saja yang anda simpan ke flasdisk atau hardisk.
Kalau anda tidak menyadari itu, anda termasuk pengguna internet dengan kesadaran yang minim bahkan nihil soal privasi anda sendiri. Anda tidak sadar bahwa setiap pengguna mengirim sebuah paket informasi dari alamat si pengirim (Anda) ke alamat penerima (situs atau link yang Anda klik), persis seperti orang mengirim surat via pos.
Anda harus menyadari bahwa siapapun baik pemerintah dan siapapun yang dibolehkan undang-undang, para penjual produk dan jasa, dan tentu saja pelaku kriminalitas bias berdiri di tengah-tengah, menjadi penyadap informasi apa pun yang Anda kirim atau terima.
Kini jutaan orang dengan kesadaran yang minim soal privasi tadi bergabung menjadi penggembira di internet. Orang yang seumur-umur belum mengecap manfaat internet tiba-tiba membuka akun facebook di Blackberrry mereka. Dan memang banyak yang tidak sadar bahwa “kelakuan” kita di facebook terpantau oleh orang lain. Maka Viola (nama samaran), beberapa detik setelah masuk facebook itu, ia menambah daftar teman mayanya sambil meng-upload foto atau video tak senonoh yang mungkin sudah lama bersemayam di Balckberrynya. Sama sekali ia tak sadar bahwa teman-temannya melihat teks dan file multimedia yang ia upload. Orang yang sadar soal privasi sejak awal, pasti tidak akan melakukan tindakan yang mempermalukan dirinya seperti ini.
Dan pernahkah anda bertanya-tanya kenapa para penyedia layanan email memberi anda ruang penyimpanan yang begitu banyak (Google dan Yahoo, misalnya, yang sekaligus terkenal sebagai mesin pencari) sehingga anda tidak perlu menghapus ribuan surat-surat elektronik anda ?
Bayangkan jika ribuan email anda terbaca, amka si pembaca akan mudah membuat profil anda, apa film yang anda tonton, barang apa yang anda ingini, obat-obatan yang anda pakai, affair anda. Pandangan politik anda. Okay, paling tidak info itu akan berguna untuk menentukan produk apa yang kira-kira akan dibeli. Ujung-ujungnya semacam marketing intelligent juga.
Sekarang bayangkan lagi beberapa ribu email , teks, foto, komentar, video yang pernah anda ambil atau terima. Semua terekam sebagai data yang tak pernah benar-benar bias anda lenyapkan dan semua bias dimanfaatkan orang lain. Anda bias menjadi bahan olok-olokan bahkan jauh hari setelah anda mati.
Gajah terkenal sebagai hewan yang punya ingatan luar biasa. Tapi internet bukan saja punya ingatan luar biasa , tetapi tak pernah lupa.

Sumber : Agus Budiman (Majalah Ummi No.3/XXI Juli 2009/1431 H)
Read more

0 HIDUPLAH YANG BERMANFAAT UNTUK ORANG LAIN


Saudaraku

"Sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi orang lain.” (HR. Ad-Daraquthni dan Ath-Thabarani).

Filsafat hidup sesuatu yg abstrak, yakni bgaimana kita memandang suatu persoalan hidup, cara memecahkan atau menyelesaikannya. Kebanyakan kita memandang persoalan hidup yang penting perut kenyang dan badan sehat; dalam hidup ini mengikuti ke mana arah angin berhembus, angin berhembus ke Timur, ikut ke Timur, angin berhembus ke Barat, ikut ke Barat, suapaya selamat dan mendapat kan apa yang diinginkan; dalam hidup ini yang penting "GUE SENENG" masa bodoh dengan urusan orang lain dan dalam hidup ini harus baik di dunia dan baik di akhirat.

namun sebagai muslim sudah selayaknya kita berfilsafat sebagai mana filsafat hidup Rasulullah. Rasulullah pernah ditanya oleh seorang sahabat. "Wahai Rasulullah, bagaimana kriteria orang yang baik itu? Rasulullah menjawab: "Sebaik-baiknya manusia ialah orang yang bermanfaat bagi orang lain".

Jika seorang hartawan, hartanya tidak dinikmati sendiri, tapi dinikmati pula oleh tetangga, sanak famili dan juga didermakan untuk kepentingan masyarakat dan agama. Inilah ciri-ciri orang yang baik. Jika berilmu, ilmunya dimanfaatkan untuk kepentingan orang banyak. Jika berpangkat, dijadikannya sebagai tempat bernaung orang-orang disekitarnya dan jika tanda tangannya berharga maka digunakan untuk kepentingan masyarakat dan agama, tidak hanya mementingkan diri dan golongannya sendiri.

Pokoknya segala kemampuan/potensi hidupnya dapat dinikmati orang lain, dengan kata lain orang baik adalah orang yang dapat memfungsikan dirinya ditengah-tengah masyarakat dan bermanfaat.

Sebaliknya kalau ada orang yang tidak bisa memberi manfaat untuk orang lain atau masyarakat sekitarnya bahkan segala kenikmatan hanya dinikmatinya sendiri, berarti orang itu jelek. Adanya orang seperti itu tidak merubah keadaan dan perginyapun tidak merugikan masyarakat.

Jadi filsafat hidup Rasulullah menjadikan dirinya bermanfaat bagi orang lain. Oleh karena itu, sudah sepantasnya bagi kita sebagai manusia untuk memegang filsafat hidup. Orang yang hanya menanam rumput untuk makanan ternak ia akan mendapatkan rumput tapi padinya tidak dapat, sebaliknya orang yang menanam padi, ia akan mendapatkan padi dan sekaligus mendapatkan rumput, karena rumput tanpa ditanam akan tumbuh sendiri. Begitu juga dengan kita yang hidup ini, kalau niat dan motivasinya sekedar mencari rumput (uang) iapun akan memperolehnya, tetapi tidak dapat padinya atau tidak akan memperoleh nilai ibadah dari seluruh pekerjaannya.

Dalam menjalankan kehidupan, niatkan untuk ibadah dengan suatu keyakinan bahwa pekerjaan dan tempat kerja kita, kita yakini sebagai tempat mengabdi sesama, dan sebagai upaya menghambakan diri kepada Allah. sehingga setiap hendak bekerja berniatlah beribadah, Insya Allah seluruh pekerjaan kita akan bernilai ibadah, dan mendapatkan pahala. Alangkah ruginya orang yang hidup ini niatnya hanya mencari "rumput" walau hal itu penting, tetapi kalau niatnya hanya itu saja, orang tersebut termasuk orang yang rugi, karena ia tidak akan mendapatkan nilai ibadah dari pekerjaannya.

Wallahu 'alam
Read more
 
© Selamat Datang di Evi Andri Blog | Design by Blog template in collaboration with Concert Tickets, and M symptoms | Edit by Blog MA
Powered by Blogger
SELAMAT DATANG DI BLOG EVIANDRIK | DAPATKAN BERBAGAI MACAM ARTIKEL ISLAMI DAN ARTIKEL MENARIK LAINNYA BLOG EVIANDRIK | TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA DI BLOG EVIANDRIK